Iklan

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak, Jadikan Rumah Ibadah Ruang Aman bagi Generasi Masa Depan

Rabu, 21 Oktober 2026, 7:35:00 PM WIB Last Updated 2026-10-21T12:35:10Z

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA)


PADANG, politicnewss.id — Masjid bukan sekadar tempat menunaikan ibadah, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai agama, membangun karakter, dan menumbuhkan generasi masa depan. Karena itu, masjid harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, serta mengenal nilai-nilai kebaikan sejak dini.


Semangat tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA), Rabu (21/10/2026). Ia mendorong terwujudnya gerakan satu kelurahan satu masjid ramah anak sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pembinaan anak melalui rumah ibadah.


Menurut Muhidi, mewujudkan masjid ramah anak membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak. Anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung, tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan adat yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat.


“Masjid ramah anak harus kita mulai dari sekarang. Kita ingin anak-anak merasa aman dan nyaman berada di masjid, disambut dengan baik, serta mendapatkan pendidikan agama dan pembinaan yang positif,” ujarnya.


Ia menjelaskan, masjid ramah anak bukan hanya dilihat dari kondisi bangunannya, melainkan juga dari cara pengurus menyambut anak, kegiatan yang diselenggarakan, serta pola pembinaan yang diterapkan.


"Pengurus masjid diharapkan mampu menghadirkan suasana yang bersahabat, kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk belajar dan berpartisipasi. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang membentuk anak-anak menjadi pribadi berakhlak mulia, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujarnya.


Muhidi menegaskan, cita-cita membangun masjid ramah anak tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengurus masjid, orang tua, dan masyarakat.


Dalam konteks Sumatera Barat, upaya tersebut dapat diperkuat melalui peran alim ulama, ninik mamak, bundo kanduang, serta generasi muda yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.


Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dapat menjadi landasan untuk membangun lingkungan yang melindungi, mendidik, dan membimbing anak-anak melalui keteladanan, gotong royong, serta tanggung jawab bersama.


Alim ulama berperan memperkuat pendidikan agama dan adab. Ninik mamak dan bundo kanduang dapat memberikan dukungan melalui nilai adat, pengasuhan, serta perlindungan anak. Sementara itu, pemuda, orang tua, dan pengurus masjid menjadi penggerak berbagai kegiatan yang positif dan ramah bagi anak.


“Ini harus kita kerjakan bersama-sama. Kalau semua unsur bergerak, masjid akan menjadi tempat yang semakin baik bagi anak-anak kita untuk belajar agama, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan,” kata Muhidi.


Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD Provinsi Sumatera Barat, lanjut Muhidi, siap mengambil bagian melalui pembentukan peraturan daerah, dukungan kebijakan anggaran, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak.


Ia menyebutkan, Sumatera Barat telah memiliki regulasi daerah yang dapat menjadi landasan. Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan kebutuhan terhadap penguatan aturan, hal tersebut dapat dikaji bersama sesuai ketentuan yang berlaku.


Menurutnya, kebijakan tidak boleh berhenti sebatas dokumen. Aspirasi masyarakat perlu diserap, dukungan anggaran harus dikawal, kebijakan yang berpihak kepada anak perlu diperkuat, dan pelaksanaan program harus diawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


Muhidi juga mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjadi kebanggaan Sumatera Barat dalam membangun lingkungan yang lebih baik bagi generasi penerus.


“Kita ingin ada inovasi yang bisa kita banggakan untuk anak-anak kita ke depan. Karena itu, kebijakan yang dibuat harus bisa diwujudkan dalam tindakan nyata,” tuturnya.


Lebih jauh, Muhidi mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan investasi penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Kemajuan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga harus didukung oleh manusia yang unggul, berpengetahuan, terampil, dan berkarakter.


Pendidikan, menurutnya, menjadi salah satu kunci utama dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman. Dalam proses tersebut, peran guru, orang tua, tokoh agama, dan lingkungan masyarakat tidak dapat dipisahkan.


"Masjid ramah anak dapat menjadi bagian dari upaya itu, terutama dalam menanamkan nilai keagamaan, membangun adab, menumbuhkan kedisiplinan, serta mengembangkan kepedulian sosial sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya dipersiapkan agar mampu meraih keberhasilan di dunia, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan sesuai ajaran agama," ujarnya.


Muhidi berharap gerakan satu kelurahan satu masjid ramah anak dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Ia meyakini, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti menyambut anak dengan ramah, memberikan pendampingan yang baik, serta menghadirkan kegiatan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan mereka.


“Semoga niat mulia ini menjadi jalan kebaikan bagi kita semua. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan untuk membimbing dan melindungi anak-anak menjadi amal ibadah serta memudahkan jalan kita menuju surga Allah SWT,” ungkapnya.


Bagi Muhidi, masjid ramah anak bukan sekadar program, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan. Sebab, ketika anak-anak merasa diterima, aman, dan bahagia berada di masjid, di situlah benih kecintaan terhadap agama, akhlak mulia, dan tanggung jawab mulai tumbuh.


Masjid yang ramah bagi anak adalah investasi untuk generasi yang lebih baik. Dimulai dari kepedulian hari ini, agar anak-anak Sumatera Barat kelak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan siap membangun masa depan.

Komentar

Tampilkan

  • Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak, Jadikan Rumah Ibadah Ruang Aman bagi Generasi Masa Depan
  • 0

Terkini