Iklan

Perumda AM Padang Ingatkan Pekerjaan Drainase di Maransi Tak Ganggu Jaringan Air

Jumat, 02 Oktober 2026, 4:56:00 PM WIB Last Updated 2026-10-02T09:57:45Z

 

Pengerjaan pemasangan pipa Perumda AM Padang di Maransi

PADANG, politicnewss.id — Pekerjaan pembangunan drainase di kawasan Jalan Maransi, Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendapat perhatian dari Perumda Air Minum Kota Padang. Pasalnya, aktivitas penggalian dilakukan di sekitar jalur yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan perpipaan air minum.


Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dalam mendukung penataan dan pengembangan Kota Padang. Namun, pekerjaan di lapangan perlu memperhatikan keberadaan jaringan perpipaan yang berada di bawah maupun di sekitar badan jalan.


“Pekerjaan drainase tentu kita dukung. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah jaringan perpipaan air minum yang berada di sekitar lokasi pekerjaan. Jangan sampai terkena alat atau material sehingga menimbulkan kerusakan,” kata Afriyanto, Jumat (2/10/2026).


Berdasarkan dokumentasi kondisi lapangan, terlihat galian drainase dengan kedalaman cukup signifikan. Aktivitas pekerjaan dilakukan menggunakan tenaga manual maupun alat berat, sementara di sekitar lokasi juga terdapat material dan komponen perpipaan.


Menurut Afriyanto, kondisi tersebut membutuhkan koordinasi antara pelaksana pekerjaan dengan Perumda Air Minum, terutama sebelum penggalian dilakukan pada titik yang berpotensi berdekatan dengan jaringan pipa.


Ia menjelaskan, kerusakan pipa akibat pekerjaan galian dapat menimbulkan sejumlah persoalan. Mulai dari kebocoran, pipa retak atau bergeser, hingga terganggunya sambungan jaringan.


“Kalau pipa sampai rusak, dampaknya bukan hanya kebocoran. Tekanan air kepada pelanggan juga bisa menurun, bahkan aliran harus dihentikan sementara jika diperlukan proses isolasi dan perbaikan,” ujarnya.


Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) apabila kebocoran tidak segera diketahui dan ditangani.


Afriyanto menyebutkan, setiap kerusakan jaringan akibat pekerjaan di lapangan perlu segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Namun, besaran kehilangan air tidak bisa langsung dihitung hanya berdasarkan dokumentasi visual.


“Untuk mengetahui dampaknya terhadap kehilangan air, tentu diperlukan data lapangan seperti debit kebocoran, lama kebocoran, ukuran pipa dan hasil pencatatan teknis,” jelasnya.


Perumda Air Minum Kota Padang berharap pekerjaan drainase di kawasan tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan air minum kepada masyarakat.


Koordinasi lapangan antara Perumda, pelaksana pekerjaan drainase dan pihak terkait dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan tetap memperhatikan keberadaan jaringan perpipaan.


“Intinya, pembangunan tetap berjalan, tetapi jaringan air minum juga harus aman. Kita ingin pekerjaan infrastruktur tidak menimbulkan persoalan baru bagi pelayanan kepada masyarakat,” kata Afriyanto.

Komentar

Tampilkan

  • Perumda AM Padang Ingatkan Pekerjaan Drainase di Maransi Tak Ganggu Jaringan Air
  • 0

Terkini