![]() |
| Gubernur Sumatera Barat bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza |
PADANG, politicnewss.id — Dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat tidak hanya meninggalkan kerusakan pada infrastruktur. Aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), juga ikut terganggu.
Untuk membantu pelaku usaha kembali bergerak, pemerintah menyiapkan dukungan sekitar Rp115 miliar bagi 38.000 UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumatera Barat, yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza.
Gubernur mengatakan, pemulihan UMKM menjadi perhatian penting karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Sumatera Barat.
“Hampir 750.000 UMKM di Sumatera Barat. Kalau satu UMKM satu keluarga, hampir 4 juta masyarakat kita bergerak di UMKM dari sekitar 6 juta penduduk Sumatera Barat,” ujar Gubernur.
Menurutnya, bencana memberikan dampak berantai terhadap kegiatan ekonomi. Selain merusak tempat usaha dan fasilitas pendukung, bencana juga dapat menghambat transportasi sehingga distribusi barang dan aktivitas konsumen ikut terganggu.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan akses transportasi di wilayah terdampak. Kelancaran jalur distribusi dinilai menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
Gubernur juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM yang memberikan dukungan tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan.
Menurutnya, proses pemulihan harus menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun bisnis yang lebih kuat. UMKM tidak hanya diarahkan kembali ke kondisi sebelum bencana, tetapi juga didorong agar mampu berkembang dan naik kelas.
Penguatan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, kemasan, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, perluasan pasar, jejaring kemitraan hingga akses pembiayaan.
“Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia mengajak pelaku UMKM terdampak bencana memanfaatkan berbagai program pemulihan yang telah disiapkan pemerintah dan tidak kehilangan semangat untuk kembali memulai usaha.
“Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menjelaskan, sekitar 38.000 UMKM di Sumatera Barat menjadi sasaran program dengan total alokasi sekitar Rp115 miliar.
Helvi menegaskan, dukungan tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai bantuan dana, tetapi diarahkan untuk pemberdayaan dan pemulihan usaha agar pelaku UMKM dapat kembali menjalankan aktivitas bisnis secara berkelanjutan.
“Tujuannya bukan sekadar dana hibah yang bisa digunakan suka-suka. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pemulihan usaha,” ujar Helvi.
Selain dukungan pembiayaan, Kementerian UMKM juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Materinya antara lain mencakup literasi keuangan serta pencatatan transaksi melalui perbankan.
Pencatatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengetahui perkembangan bisnisnya sekaligus membuka peluang memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Dalam kegiatan Regional II Sumatera Barat, sekitar 800 pelaku UMKM terdampak bencana mengikuti pelatihan yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, literasi keuangan dan akses pasar.
Program tersebut juga melibatkan Universitas Andalas melalui lembaga inkubator bisnis untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada pelaku usaha.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat kualitas produk, pemanfaatan teknologi, memperluas akses pasar serta membuka peluang pengembangan usaha.
Dengan dukungan pembiayaan, pelatihan dan pendampingan, pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas usaha, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya UMKM yang lebih kuat, adaptif dan mampu berkembang menghadapi berbagai tantangan.
