Iklan

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Dukung LLA-TJPHK V 2026, Rp106 Juta Disiapkan untuk Peserta

Sabtu, 10 Oktober 2026, 4:26:00 PM WIB Last Updated 2026-10-10T09:26:05Z

PADANG, politicnewss.id — Ratusan pencinta alam dari berbagai daerah berkumpul di Kota Padang untuk mengikuti Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026. Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, peserta juga diajak mengenal sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Kegiatan yang menempuh lintasan sekitar 40 kilometer itu resmi dimulai di SMAN 11 Padang, kawasan Bungus Teluk Kabung, Jumat malam (9/10/2026). Pembukaan dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang mengingatkan peserta agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum membangun solidaritas, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap alam.


Vasko menekankan, kegiatan lintas alam tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang adu kemampuan menaklukkan medan. Lebih dari itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan serta memahami nilai-nilai perjuangan yang menjadi latar belakang penyelenggaraan kegiatan.


Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga kebersamaan selama perjalanan, saling membantu ketika menghadapi kesulitan, dan tetap memperhatikan keselamatan serta kelestarian kawasan yang dilalui.


Menurutnya, alam harus diperlakukan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, para pencinta alam perlu memahami batasan dan etika selama berada di kawasan hutan, sungai, maupun perbukitan.


Selain aspek lingkungan, Vasko juga mengingatkan pentingnya mengenalkan sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji kepada generasi muda. Semangat para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus.


Diikuti 81 Tim dari Berbagai Daerah


Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 324 orang yang tergabung dalam 81 tim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 tim berasal dari kategori pelajar, sedangkan 35 tim lainnya mengikuti kategori umum.


Peserta tidak hanya berasal dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga dari luar provinsi. Sejumlah tim datang dari Pekanbaru, Riau, dan Kabupaten Kerinci, Jambi.


Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengatakan jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.


Menurutnya, keikutsertaan peserta dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa LLA-TJPHK semakin diminati komunitas pencinta alam. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan persahabatan dan bertukar pengalaman antarpeserta.


Setiap tim terdiri atas empat orang, dengan pembagian satu orang official dan tiga orang anggota yang mengikuti lintasan lomba.


Selain pengalaman berpetualang dan kesempatan menguji kemampuan, peserta juga berkesempatan membawa pulang hadiah dengan total nilai mencapai Rp106 juta.


Dukungan hadiah tersebut berasal dari pokok-pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Untuk kategori utama, panitia menyediakan hadiah sebesar Rp10 juta bagi peraih terbaik pertama, Rp7,5 juta untuk terbaik kedua, dan Rp6 juta bagi terbaik ketiga.


Panitia turut menyiapkan 45 item doorprize dengan nilai keseluruhan Rp10 juta untuk menambah semarak kegiatan.


Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi peserta tetap berada pada lintasan yang panjang dan beragam. Mereka harus melewati perbukitan, kawasan hutan, aliran sungai, hingga ruas jalan raya sebelum mencapai garis finis.


Evi Yandri Ingin Sejarah Harimau Kuranji Tetap Dikenal


Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan bahwa penyelenggaraan LLA-TJPHK memiliki tujuan yang lebih luas daripada kompetisi olahraga luar ruang.


Baginya, kegiatan ini menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali sejarah perjuangan rakyat, terutama peran Batalyon Harimau Kuranji dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kota Padang.


Evi menilai generasi muda perlu memperoleh ruang untuk mengenal sejarah melalui kegiatan yang dekat dengan minat mereka. Perpaduan antara petualangan, olahraga, dan pembelajaran sejarah dinilai dapat menjadi pendekatan yang menarik untuk menanamkan nilai kebangsaan.


Dukungan terhadap kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong anak muda mengisi waktu dengan aktivitas positif, membangun ketahanan diri, serta memperkuat rasa persaudaraan.


Ia menyebutkan, keikutsertaan peserta dari luar Sumatera Barat menjadi perkembangan yang menggembirakan. Pada tahun ini, terdapat dua tim dari Pekanbaru dan satu tim dari Kerinci yang ambil bagian dalam perlombaan.


Bahkan, minat untuk mengikuti kegiatan serupa disebut datang dari 10 tim asal Sumatera Utara. Keinginan tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan panitia untuk memperluas jangkauan peserta pada penyelenggaraan berikutnya.


Dengan semakin luasnya partisipasi, LLA-TJPHK diharapkan berkembang menjadi agenda yang tidak hanya dikenal di Sumatera Barat, tetapi juga menarik perhatian komunitas pencinta alam dari berbagai wilayah di Indonesia.


Menempuh Dua Etape hingga Pauh IX


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan bahwa LLA-TJPHK dirancang untuk membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan yang menggabungkan aktivitas fisik, pendidikan lingkungan, kebersamaan, dan pengenalan sejarah perjuangan.


Pelaksanaan tahun ini mengalami penyesuaian lokasi. Semula, kegiatan direncanakan berlangsung di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Namun, menyusul terjadinya longsor di kawasan tersebut, lokasi pembukaan dan titik keberangkatan dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.


Perjalanan peserta dibagi menjadi dua etape dengan medan yang menuntut kesiapan fisik dan kemampuan bekerja sama dalam tim.


Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang di Bungus Teluk Kabung. Peserta kemudian bergerak melewati kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan, sebelum mengakhiri perjalanan tahap awal di Gua Kelelawar, Padayo, Lubuk Kilangan.


Setelah menyelesaikan etape pertama, peserta melanjutkan perjalanan pada etape kedua. Dari Gua Kelelawar Padayo, lintasan berlanjut menembus kawasan hutan Gaduik sejauh sekitar tiga kilometer, kemudian menuju Pauh V hingga mencapai garis finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.


Lintasan tersebut bukan kali pertama digunakan dalam kegiatan ini. Panitia menyebut rute serupa pernah diterapkan pada LLA-TJPHK III tahun 2024.


Pada perlombaan tahun ini, penilaian difokuskan pada kecepatan peserta menyelesaikan lintasan, sementara unsur ketepatan waktu tidak lagi menjadi komponen penilaian.


Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai latar belakang kegiatan, peserta juga dibekali pengetahuan sejarah melalui diskusi bersama dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar. Sebelum keberangkatan, panitia turut menggelar pertemuan teknis guna menjelaskan ketentuan dan mekanisme perlombaan.


Petualangan yang Membawa Pesan Kebangsaan


LLA-TJPHK V 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan yang hanya mengejar prestasi dan hadiah. Pengalaman menyusuri alam diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga lingkungan, membangun solidaritas, dan menghargai perjuangan para pendahulu.


Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak memahami bahwa kecintaan terhadap alam dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sejarah dan bangsa.


Perjalanan puluhan kilometer dari Bungus Teluk Kabung, melintasi hutan dan perbukitan hingga kawasan Kuranji, menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji ketahanan diri sekaligus memperkuat kebersamaan.


Dukungan Evi Yandri Rajo Budiman bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan LLA-TJPHK sebagai wadah pembinaan generasi muda.


Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling cepat mencapai garis finis, melainkan juga oleh nilai-nilai yang dibawa pulang peserta: kepedulian terhadap alam, semangat persaudaraan, serta penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Komentar

Tampilkan

  • Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Dukung LLA-TJPHK V 2026, Rp106 Juta Disiapkan untuk Peserta
  • 0

Terkini