Kementerian PU Bangun Sumur Bor di RSUP M. Djamil, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Pusat

 

Gubernur Sumbar dampingi Menteri PU Dody Hanggodo 

PADANG, politicnewss.id — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan dengan pembangunan sumur bor untuk memperkuat pasokan air bersih di RSUP dr. M. Djamil Padang.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta respons cepat pemerintah pusat dalam menjaga optimalisasi layanan kesehatan di daerah terdampak bencana.

Baca Juga : Jembatan KA Lembah Anai Menuai Polemik, Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Fadli Zon Kompak Minta Kaji Ulang

Baca Juga : PAD Samsat Sijunjung Capai Rp30,91 Miliar, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Kolaborasi dan Optimalisasi PAP–PAB

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan langkah cepat pemerintah pusat. Dukungan ini sangat membantu daerah dalam memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal, terutama pascabencana,” ujar Mahyeldi saat mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo meresmikan dimulainya pengeboran sumur bor di RSUP dr. M. Djamil Padang, Jumat (30/1/2026).

Mahyeldi menegaskan, RSUP M. Djamil merupakan rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat di Sumatera bagian tengah. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih yang memadai menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditawar.

“Kehadiran sumur bor ini sangat penting sebagai solusi di tengah tantangan pasokan air yang masih dialami PDAM pascabencana,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, menyebutkan bahwa pemulihan pasokan air bersih, khususnya untuk fasilitas kesehatan, menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, tidak ingin pelayanan publik terganggu akibat keterbatasan kebutuhan dasar.

“Rumah sakit tidak boleh kekurangan air. Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar itu terpenuhi,” tegas Dody.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor di RSUP M. Djamil merupakan bagian dari percepatan penanganan krisis air bersih pascabencana di Sumbar. Selain pengeboran hingga kedalaman sekitar 120 meter, Kementerian PU juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti tangki reservoir, sistem pompa, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan.

Baca Juga : Poliklinik Eksekutif dan Ruang VVIP RSUD Achmad Muchtar Resmi Beroperasi

Baca Juga : Poliklinik Eksekutif dan Ruang VVIP RSUD Achmad Muchtar Resmi Beroperasi

Dukungan terhadap proyek ini juga disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia menilai keberadaan sumur bor sangat krusial mengingat tingginya aktivitas pelayanan medis di RSUP M. Djamil.

“Setiap hari rumah sakit ini menangani lebih dari 20 operasi besar dan melayani pasien rujukan dari berbagai daerah. Jika pasokan air terganggu, layanan medis bisa terancam. Sumur bor ini menjadi solusi penting agar rumah sakit memiliki sumber air cadangan yang andal,” ujarnya.