Wali Kota Padang: Pencopotan Direksi Bukan Solusi Atasi Krisis Air Bersih

 

Wali Kota Padang Fadly Amran


PADANG, politicnewss.id — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa desakan pencopotan Direktur Perumda Air Minum Kota Padang bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan kekeringan air bersih pascabencana banjir bandang. Menurutnya, krisis air yang dialami masyarakat saat ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata dibebankan pada satu pihak.

Fadly menjelaskan, Perumda Air Minum Kota Padang saat ini telah berhasil memulihkan distribusi air bersih kepada masyarakat hingga mencapai 98 persen, khususnya bagi pelanggan. Pasokan air bersih tersebut bersumber dari sejumlah intake yang masih dapat dioperasikan.



Namun demikian, ia mengakui tekanan air belum sepenuhnya normal seperti sebelum bencana. Hal itu disebabkan masih adanya beberapa sumber air yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat kondisi kekeringan yang melanda wilayah hulu.

“Ini bukan persoalan sederhana. Ada dampak kekeringan irigasi yang cukup serius sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan air baku,” ujar Fadly.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Padang akan membangun sumur bor di sejumlah titik sebagai solusi jangka panjang untuk mengantisipasi krisis air bersih dan mengurangi ketergantungan pada sumber air permukaan yang rentan terdampak bencana.

Pada kesempatan tersebut, Fadly Amran juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah turun langsung ke lapangan, berjibaku bersama pemerintah daerah dalam membantu pendistribusian air bersih kepada warga yang terdampak kesulitan air.



Pernyataan itu disampaikan Fadly Amran saat menghadiri peresmian sekaligus penyerahan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak bagi warga terdampak banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.