![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat menghadiri DAUN Ramadan Fest 2026 |
PADANG, politicnewss.id — Menjelang bulan suci Ramadan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumbar memperkuat langkah pengendalian inflasi pangan melalui penyelenggaraan Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN) Ramadan Fest 2026. Kegiatan ini menjadi strategi konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
DAUN Ramadan Fest 2026 dihadiri langsung Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, jajaran Forkopimda Sumbar, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, Ketua Yayasan Wakaf Ar Risalah Sumbar, pimpinan BBPOM Padang, BPJPH Sumbar, perbankan, serta pelaku usaha pangan, petani, dan UMKM.
Baca Juga : Tol Sicincin–Bukittinggi Dikebut, Ditargetkan Beroperasi 2031, Peluang Melesat ke 2029
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa Ramadan selalu diiringi peningkatan konsumsi masyarakat, terutama bahan pangan pokok, yang berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi secara matang.
“Situasi ini perlu kita kelola bersama agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan,” ujar Mahyeldi saat membuka kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan DAUN Ramadan Fest 2026 sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan.
Mahyeldi juga menyoroti komoditas beras sebagai salah satu penyumbang inflasi di Sumbar, mengingat tingginya preferensi masyarakat terhadap beras premium.
“Ini perlu kita kelola dari sisi pasokan dan distribusi agar stabilitas harga tetap terjaga,” jelasnya.
Meski sejumlah daerah di Sumbar sempat terdampak bencana hidrometeorologi, Mahyeldi memastikan stok bahan pangan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, terus mempercepat pemulihan infrastruktur guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk mendorong produksi dan konsumsi pangan lokal berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan daerah merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“DAUN Ramadan Fest 2026 menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas ekonomi, sejalan dengan proyeksi inflasi nasional sebesar 2,62 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,33 persen,” ungkapnya.
Melalui sinergi dengan Bulog, BI menghadirkan program penebusan beras pulen premium dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba memasak berbahan beras lokal, bazar UMKM binaan, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, edukasi perlindungan konsumen, hingga layanan penukaran uang.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat UMKM, meningkatkan literasi transaksi masyarakat, memperkuat ekosistem halal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” tutupnya.
