![]() |
| Wawako Padang Maigus Nasir saat memimpin apel gabungan di Mako Satpol PP |
PADANG, politicnewss.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Padang mulai mengintensifkan langkah pengamanan dan penertiban umum. Strategi ini disiapkan untuk memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat tetap terjaga dari potensi gangguan ketertiban.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa perhatian khusus akan difokuskan pada operasional penginapan dan tempat hiburan malam. Ia menyoroti adanya dugaan modus pelanggaran di sejumlah penginapan berlabel “syariah” yang dalam praktiknya tidak sesuai dengan aturan.
“Visi Kota Padang berlandaskan agama dan budaya. Kita akan awasi terus, termasuk tempat hiburan malam yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut,” tegas Maigus saat memimpin apel gabungan di Mako Satpol PP Kota Padang, Jumat (13/2/2026).
Apel gabungan tersebut melibatkan jajaran Satpol PP, Satgas, pimpinan kecamatan, hingga Dubalang se-Kota Padang. Langkah ini menjadi sinyal keseriusan Pemko dalam menjaga kondusivitas kota selama bulan puasa.
Untuk mendukung efektivitas pengawasan, Pemko segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengatur jam operasional hotel dan tempat hiburan, termasuk larangan penggunaan petasan. Sosialisasi aturan ini akan dilakukan sebelum Ramadhan dimulai.
Selain itu, personel lapangan dibekali perangkat radio komunikasi khusus guna mempercepat koordinasi lintas kecamatan apabila terjadi gangguan keamanan yang membutuhkan respons cepat.
Maigus juga menegaskan komitmen penegakan disiplin internal. Anggota Dubalang maupun Satgas yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan akan ditindak tegas. Koordinator wilayah diminta menyampaikan laporan kinerja secara transparan dan berkala.
Baca Juga : Langgar Perizinan, Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Tambang di Padang Pariaman
Tak hanya menyasar tempat usaha, Pemko Padang turut memberi perhatian pada tradisi balimau atau mandi keramas massal yang biasa dilakukan masyarakat menjelang Ramadhan. Petugas akan disiagakan di sejumlah titik pemandian guna mengantisipasi potensi kecelakaan air serta menjaga ketertiban di lokasi keramaian.
“Kita ingin seluruh jajaran bekerja tegas namun tetap humanis. Momentum Ramadhan ini harus menjadi waktu yang tepat untuk menguatkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Padang,” pungkasnya.
