![]() |
| Objek wisata pantai Carocok Painan |
PESISIR SELATAN, politicnewss.id - Ledakan wisata terjadi di Pantai Carocok saat libur Lebaran 2026. Sejak hari kedua Idulfitri, kawasan andalan Kabupaten Pesisir Selatan ini dipenuhi lautan manusia dan kendaraan, memicu kemacetan panjang hingga berjam-jam di jalur menuju lokasi.
Gelombang wisatawan yang datang bukan hanya dari dalam daerah, tapi juga dari luar Sumatera Barat. Antrean kendaraan bahkan sudah mengular sejak kawasan Tarusan hingga pintu masuk objek wisata, terutama pada Senin sore hingga malam hari.
Baca Juga : Erupsi Gunung Marapi, Abu Vulkanik Selimuti Tanah Datar hingga Pagaruyung
Lonjakan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh pemerintah daerah. Namun realisasi di lapangan justru melampaui ekspektasi. Data penjualan karcis di Pantai Carocok pada 21–23 Maret 2026 mencatat pendapatan fantastis mencapai Rp150.715.000—sekitar 40 persen dari target PAD sebesar Rp400 juta.
Dari jumlah tersebut, wisatawan dewasa mendominasi dengan 14.774 orang, menyumbang Rp147.730.000. Sementara pengunjung anak-anak tercatat 597 orang dengan kontribusi Rp2.985.000. Angka ini menegaskan bahwa libur Lebaran tahun ini didominasi wisata keluarga.
Memasuki hari ketiga, Selasa (24/3/2026), situasi semakin “memanas”. Volume kendaraan meningkat drastis, membuat arus lalu lintas padat merayap. Kondisi ini menjadi bukti kuat bahwa minat masyarakat untuk berwisata ke Pesisir Selatan tengah berada di puncaknya.
Di balik euforia ini, muncul tantangan serius. Kepadatan lalu lintas dan membludaknya pengunjung menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengaturan arus kendaraan dan kapasitas destinasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Ronald Bernando, menyebut lonjakan ini sebagai sinyal kebangkitan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan pelayanan.
“Ini momentum kebangkitan. Kita terus berbenah agar Pesisir Selatan kembali menjadi destinasi unggulan dan nyaman dikunjungi,” ujarnya.
Lonjakan wisata ini tak hanya membawa kabar baik bagi pendapatan daerah, tetapi juga menjadi penanda bahwa Pesisir Selatan kembali dilirik sebagai primadona wisata di ranah Minang.
