Erupsi Gunung Marapi, Abu Vulkanik Selimuti Tanah Datar hingga Pagaruyung

 

Bupati Tanah Datar Eka Putra 

TANAH DATAR, politicnewss.id – Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.53 WIB. Letusan tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas hingga ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar.

Abu terpantau cukup tebal dan bahkan mencapai wilayah Kecamatan Tanjung Emas. Sejumlah titik terdampak di antaranya Nagari Pagaruyung serta kawasan RS M. Ali Hanafiah Batusangkar. Jalan raya, kendaraan warga, hingga atap rumah dilaporkan tertutup abu vulkanik.

Baca Juga : Sambut Ramadhan 1447 H, Pemerintah Kota Padang Perketat Pengawasan Penginapan dan Hiburan Malam

Baca Juga : Penertiban Besar-besaran! Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Liar di Sempadan DAS Lembah Anai 16 Februari 2026

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

“Kepada seluruh masyarakat Tanah Datar, saya mengimbau untuk tetap tenang dan waspada. Hindari aktivitas di sekitar area terdampak, gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta jaga kesehatan terutama bagi anak-anak dan lansia,” ujarnya.

Baca Juga : Tim Terpadu Tak Kendur, Penertiban PETI di Sumbar Terus Digencarkan

Baca Juga : Ditertibkan Satpol PP Padang, Nasi Ampera Pedagang Mobil Box Justru Ludes Terbeli Petugas

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan masyarakat. Aparat juga disiagakan untuk mengantisipasi dampak lanjutan jika aktivitas vulkanik meningkat.

Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan memperkuat kepedulian di tengah situasi darurat ini.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih dalam pemantauan, sementara aktivitas warga mulai dibatasi untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.