Iklan

“Bidadari Surga” Menggema dari Sumbar: 500 Tenaga Kesehatan Dikerahkan, Perang Lawan Kanker Dimulai dari Deteksi Dini

Jumat, 17 April 2026, 1:16:00 PM WIB Last Updated 2026-04-17T06:16:38Z
Kepala BKOM-Pelkes Sumbar dr Edo saat webinar

PADANG, politicnewss.id — Sumatera Barat kembali menggebrak. Di tengah ancaman serius kanker payudara dan kanker leher rahim yang terus menghantui perempuan Indonesia, UPTD BKOM-Pelkes Sumbar meluncurkan langkah agresif melalui Webinar Nasional bertajuk “Bidadari Surga” Series Part-1.

Bukan sekadar webinar biasa, forum ini menjadi panggung konsolidasi besar-besaran tenaga kesehatan untuk memperkuat barisan dalam perang melawan kanker. Sebanyak 500 tenaga medis dari berbagai latar belakang—dokter, perawat, bidan hingga ners spesialis—turut ambil bagian dalam pelatihan intensif berbasis praktik ilmiah terkini.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, yang secara gamblang menyoroti keganasan kanker payudara sebagai pembunuh nomor satu perempuan.

Baca Juga : BKOM Pelkes Sumbar Tancap Gas Usai Lebaran, Luncurkan Bimbel TNI/Polri dan Webinar Nasional

Baca Juga : Terobosan Spektakuler! BKOM Pelkes Sumbar Cetak Sejarah, Buka Bimbel TNI/Polri hingga Borong Prestasi Nasional

“Angkanya tinggi, dan yang lebih mengkhawatirkan, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut. Ini alarm keras bagi kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada tingginya angka kasus, tetapi lemahnya deteksi dini di lapangan. Ia menilai, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan adalah kunci utama memutus rantai keterlambatan diagnosis.

Di sisi lain, Kepala BKOM-Pelkes Sumbar, drg. Afando Ekardo, menegaskan bahwa program “Bidadari Surga” bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan strategis yang dirancang untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang tangguh dan responsif terhadap ancaman kanker.

“Ini adalah investasi SDM. Kita ingin tenaga kesehatan tidak hanya paham teori, tapi benar-benar mampu melakukan deteksi dini secara tepat dan cepat di lapangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, secara global kanker payudara telah mencapai lebih dari 2,2 juta kasus. Sementara kanker leher rahim terus merenggut ratusan ribu nyawa perempuan setiap tahun—angka yang sebagian besar sebenarnya bisa ditekan melalui deteksi dini.

Ironisnya, di negara berkembang seperti Indonesia, banyak pasien datang dalam kondisi terlambat. Pola ini menjadi tantangan serius yang ingin diputus melalui pelatihan berkelanjutan.

Dalam webinar ini, peserta dibekali kemampuan teknis mulai dari pemeriksaan SADANIS, tes IVA, hingga analisis hasil dan penanganan awal lesi pra-kanker. Tak hanya itu, mereka juga didorong menyusun rencana aksi konkret untuk diterapkan di fasilitas kesehatan masing-masing.

Arry Yuswandi pun memberikan apresiasi terhadap inovasi “Bidadari Surga” yang dinilai sebagai terobosan nyata dari Sumbar. Ia optimistis, inovasi ini berpotensi mengikuti jejak program sebelumnya yang sukses meraih penghargaan nasional.

“Ini bukan hanya program, ini gerakan. Kita ingin Sumbar berada di garis depan dalam upaya penyelamatan perempuan dari ancaman kanker,” katanya.

Baca Juga : UMKM Sumbar Masih ‘Offline’, Gubernur Mahyeldi Dorong Pedagang Segera Go Digital

Baca Juga : Hari Kedua Idulfitri, Gubernur Mahyeldi Perkuat Sinergi Kepala Daerah se-Sumbar Lewat Open House

Dengan gebrakan ini, Sumatera Barat mengirim pesan tegas: perang melawan kanker tidak bisa ditunda. Deteksi dini menjadi senjata utama, dan tenaga kesehatan adalah ujung tombaknya.

Komentar

Tampilkan

  • “Bidadari Surga” Menggema dari Sumbar: 500 Tenaga Kesehatan Dikerahkan, Perang Lawan Kanker Dimulai dari Deteksi Dini
  • 0

Terkini