![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat menerima kunjungan Dubes India |
PADANG, politicnewss.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat hubungan internasional guna mendorong investasi dan pengembangan sumber daya manusia. Hal itu terlihat saat Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorthy di Istana Gubernuran, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Sumbar dan India, mulai dari hilirisasi gambir, sektor kesehatan, pendidikan, energi terbarukan hingga penguatan hubungan budaya.
Mahyeldi menegaskan, India merupakan pasar terbesar gambir asal Sumbar. Karena itu, Pemprov berharap investor India dapat masuk untuk mengembangkan industri hilir gambir di daerah, sehingga nilai tambah komoditas unggulan itu dapat dinikmati masyarakat Sumbar.
“India merupakan pasar terbesar gambir Sumbar. Kita berharap pengusaha India dapat berinvestasi dalam pengembangan industri hilir gambir di daerah. Ini tentu akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menawarkan kawasan Padang Industrial Park sebagai lokasi potensial investasi bagi investor asal India.
Tak hanya sektor investasi, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan. India disebut siap membuka akses pelatihan bagi ASN Pemprov Sumbar melalui program kursus jangka pendek, terutama terkait kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
Menurut Mahyeldi, India memiliki kemajuan signifikan di sektor kesehatan, termasuk pengembangan obat-obatan dan tenaga medis dengan biaya yang relatif terjangkau.
“Kerja sama rumah sakit, tenaga medis hingga pengembangan obat-obatan juga ikut dibahas dalam pertemuan tadi,” katanya.
Di bidang budaya dan pariwisata, Pemprov Sumbar turut mendorong kolaborasi melalui event budaya Serak Gulo yang rutin digelar di Kota Padang setiap Desember. Mahyeldi bahkan mengundang langsung Dubes India untuk menghadirkan rombongan seni dan budaya India dalam festival tersebut.
“Kita ingin mengolaborasikan budaya Serak Gulo dengan budaya India agar festival ini semakin besar dan menarik wisatawan,” ujarnya.
Ke depan, Mahyeldi berharap hubungan Sumbar dan India dapat berkembang menjadi kerja sama sister province dengan salah satu provinsi di India, terutama di sektor perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.
Sementara itu, Dubes India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorthy mengaku terkesan dengan sambutan Pemprov Sumbar dan potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.
“Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk kerja sama ekonomi. Anda adalah produsen gambir terbesar di dunia, sementara India merupakan konsumen katekin terbesar yang dihasilkan dari gambir,” ujar Sandeep.
Baca Juga : DPRD Ketok Palu! Modal Jamkrida Sumbar Diperkuat, Peluang UMKM Melejit
Selain hilirisasi gambir, India juga membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan dan kesehatan, termasuk kerja sama pendidikan antara Universitas Andalas dengan sejumlah universitas di India.
“Kami juga menawarkan program beasiswa dan pelatihan bagi pejabat Pemprov Sumbar. Banyak peluang kerja sama yang sudah dibahas, tinggal bagaimana menindaklanjutinya,” katanya.
