Iklan

Hardiknas 2026, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sekolah Harus Bebas Kekerasan dan Memuliakan Peserta Didik

Sabtu, 02 Mei 2026, 11:32:00 AM WIB Last Updated 2026-05-02T04:32:53Z

 

Gubernur Mahyeldi saat peringatan Hardiknas 

PADANG, politicnewss.id  — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sumatera Barat menjadi sorotan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (2/5/2026).

Dalam amanatnya, Mahyeldi menekankan bahwa dunia pendidikan tidak boleh lagi ternodai oleh tindakan kekerasan, baik yang melibatkan siswa maupun tenaga pendidik.

Baca Juga : Buka Pelatihan Konten Digital di Bukittinggi, Mahyeldi Ansharullah Tantang Pemuda Jadi Kreator Inovatif

Baca Juga : Jam Gadang dan Jejak PDRI Didorong Mendunia, Menpar Terkesan Pesona Bukittinggi

“Kita tidak ingin lagi mendengar adanya kekerasan di lingkungan sekolah. Di Sumatera Barat, hal seperti itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Menurutnya, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk mengembalikan esensi pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Ia menyebut, pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan orientasi pada pengembangan potensi terbaik peserta didik.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk peradaban unggul.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penerapan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tak hanya itu, Mahyeldi juga memberi perhatian serius terhadap ancaman eksternal di dunia pendidikan, seperti penyalahgunaan narkoba dan masuknya pengaruh negatif ke lingkungan sekolah.

“Sekolah harus steril dari perilaku menyimpang. Pengawasan harus diperketat, termasuk terhadap pihak-pihak yang masuk ke lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia turut menginstruksikan Dinas Pendidikan agar memastikan seluruh satuan pendidikan—terutama SMA, SMK, dan SLB—berjalan optimal tanpa gangguan. Peran kepala sekolah juga dinilai krusial dalam membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar demi menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

Dalam rangkaian upacara, Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan madrasah berprestasi dengan strata UKS/M Paripurna tingkat Provinsi Sumbar 2026, di antaranya SMPN 1 Tilatang Kamang, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, dan MIN 2 Dharmasraya.

Upacara ini dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, unsur Forkopimda, TP PKK, hingga BKOW Sumbar, menandakan kuatnya sinergi dalam memajukan pendidikan di Ranah Minang.

Baca Juga : Hadiri Paripurna DPRD, Gubernur Mahyeldi Tekankan Sinergi Hadapi Tantangan Pembangunan Sumbar

Baca Juga : Gubernur Mahyeldi Buka Seleksi Kafilah MTQ, Sumbar Siapkan Wakil Terbaik ke Semarang

Menutup arahannya, Mahyeldi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi membangun pendidikan yang berkualitas. Ia optimistis, dengan komitmen bersama, Sumatera Barat mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Komentar

Tampilkan

  • Hardiknas 2026, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sekolah Harus Bebas Kekerasan dan Memuliakan Peserta Didik
  • 0

Terkini