Iklan

Gubernur Mahyeldi dan Kakak Presiden Prabowo Tanam Pohon Andalas di Unand, Kirim Pesan Kuat untuk Masa Depan Lingkungan

Jumat, 05 Juni 2026, 9:38:00 PM WIB Last Updated 2026-06-05T14:38:16Z
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto, Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo, turun langsung menanam Pohon Andalas di kawasan Kampus Unand, Limau Manis, 


PADANG, politicnewss.id – Momen istimewa mewarnai peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas (Unand), Jumat (5/6/2026). Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto, Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo, turun langsung menanam Pohon Andalas di kawasan Kampus Unand, Limau Manis, Padang.


Aksi penghijauan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup, merawat warisan alam Minangkabau, sekaligus menegaskan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan.


Di tengah isu perubahan iklim yang semakin menjadi perhatian dunia, penanaman Pohon Andalas—flora khas Sumatera Barat yang juga menjadi identitas Universitas Andalas—mengandung pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan masa depan generasi mendatang.


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Lustrum XIV Unand dengan tema "Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak" itu turut dihadiri Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Komisaris Utama PT Hutama Karya Denny Abdi, serta Direktur Human Capital dan Legal PT Hutama Karya Muhammad Fauzan.


Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menegaskan bahwa menanam pohon berarti menanam harapan bagi masa depan.


"Hari ini kita bersama Ibu Biantiningsih Djiwandono dan Ibu Maryani Djojohadikusumo menanam Pohon Andalas. Menanam Pohon Andalas berarti menanam harapan, menjaga warisan, merawat alam, dan mewariskan kehidupan bagi generasi yang akan datang," ujar Mahyeldi.


Menurutnya, Pohon Andalas bukan sekadar tanaman endemik, tetapi juga simbol identitas daerah yang sarat nilai sejarah, budaya, dan pendidikan. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan.


Mahyeldi juga memberikan apresiasi kepada Universitas Andalas yang dinilai konsisten mempertahankan kawasan hijau kampus sebagai ruang ekologis sekaligus laboratorium alam yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.


"Kawasan hijau yang dimiliki Universitas Andalas merupakan aset yang sangat berharga. Kita berharap kawasan ini terus dijaga dan dikembangkan sebagai percontohan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," katanya.


Namun, Mahyeldi mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan tidak berhenti pada penanaman bibit. Yang lebih penting adalah komitmen untuk merawatnya hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat nyata.


"Jangan sampai berhenti pada kegiatan simbolis semata. Yang lebih penting adalah bagaimana pohon itu tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," tegasnya.


Ia menilai upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha hingga masyarakat. Kesadaran kolektif, menurutnya, menjadi kunci menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.


Momentum Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas ini pun menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilannya menjaga lingkungan hidup sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.


Melalui semangat "Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak", Universitas Andalas menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya melahirkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga bumi dan membangun masa depan yang lebih hijau.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi dan Kakak Presiden Prabowo Tanam Pohon Andalas di Unand, Kirim Pesan Kuat untuk Masa Depan Lingkungan
  • 0

Terkini