Iklan

PUSTROIB Unand Resmi Berdiri, Sumbar Siapkan Ahli Terowongan untuk Proyek Tol Raksasa Padang–Pekanbaru

Jumat, 05 Juni 2026, 9:11:00 PM WIB Last Updated 2026-06-05T14:11:46Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi 


PADANG, politicnewss.id – Sumatera Barat bersiap menjadi pusat pengembangan teknologi terowongan dan infrastruktur bawah tanah di Indonesia. Langkah besar itu ditandai dengan peresmian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) di Universitas Andalas (Unand), Jumat (5/6/2026).


Kehadiran pusat studi pertama di Indonesia tersebut dinilai menjadi jawaban atas tantangan pembangunan infrastruktur modern di Sumbar yang memiliki bentang alam pegunungan, lembah, hingga kawasan rawan bencana.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut pendirian PUSTROIB sebagai langkah visioner yang akan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi proyek-proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru.


“PUSTROIB merupakan langkah yang sangat strategis. Sumatera Barat membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks,” ujar Mahyeldi saat menghadiri kegiatan HK Mengajar Inspiring Leaders dan peresmian pusat studi tersebut di Universitas Andalas.


Tol Padang–Pekanbaru Butuh Teknologi Kelas Dunia


Menurut Mahyeldi, keberadaan PUSTROIB sangat relevan dengan pembangunan ruas Tol Sicincin–Bukittinggi yang menjadi bagian penting dari Tol Padang–Pekanbaru. Proyek ini akan melintasi kawasan bertopografi ekstrem, hutan lindung, hingga jalur yang membutuhkan teknologi konstruksi tingkat tinggi.

Salah satu tantangan terbesar adalah pembangunan dua terowongan dengan total panjang sekitar 5,85 kilometer yang digadang-gadang menjadi salah satu terowongan jalan tol terpanjang di Indonesia.

“Kami ingin Sumatera Barat tidak hanya menjadi lokasi pembangunan infrastruktur strategis nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pembangunan Indonesia,” katanya.


Pusat Studi Terowongan Pertama di Indonesia


Ketua Ikatan Alumni Unand yang juga Komisaris Utama PT Hutama Karya, Denny Abdi, menegaskan bahwa PUSTROIB merupakan pusat studi terowongan pertama di Indonesia.


Menurutnya, keberadaan pusat studi tersebut akan menjadi wadah pengembangan riset, inovasi, dan keahlian yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan terowongan modern.


“Pusat Studi Terowongan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kehadirannya sangat penting karena pada ruas Sicincin–Bukittinggi akan dibangun terowongan sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang menjadi salah satu yang terpanjang di Indonesia,” ungkapnya.


Ia optimistis pembangunan tol tersebut akan menjadi pengungkit ekonomi baru di Pulau Sumatera. Konektivitas yang lebih baik diyakini mampu mempercepat arus barang, jasa, hingga investasi antarwilayah.


“Ketika tol ini tersambung, dampak ekonominya akan sangat besar. Ini bukan hanya untuk Sumatera Barat, tetapi menjadi motor pertumbuhan ekonomi Sumatera,” ujarnya.


Kolaborasi Kampus dan Industri


Dalam kesempatan yang sama, Unand dan Hutama Karya menandatangani Nota Kesepahaman tentang Tridarma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan bisnis.


Kesepakatan yang ditandatangani Rektor Unand, Efa Yonnedi, dan Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan, menjadi tonggak baru kolaborasi antara dunia akademik dan industri konstruksi nasional.


Melalui PUSTROIB, Sumatera Barat tidak hanya diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga pusat lahirnya para ahli terowongan dan infrastruktur bawah tanah yang akan dibutuhkan Indonesia di masa depan. Dengan proyek Tol Padang–Pekanbaru yang terus berjalan, kehadiran pusat studi ini menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM unggul sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai pusat inovasi infrastruktur nasional.

Komentar

Tampilkan

  • PUSTROIB Unand Resmi Berdiri, Sumbar Siapkan Ahli Terowongan untuk Proyek Tol Raksasa Padang–Pekanbaru
  • 0

Terkini