Iklan

Kanker Kolorektal Ancam Usia Muda, Mahyeldi Dorong Deteksi Dini dan Penguatan SDM Kesehatan

Sabtu, 06 Juni 2026, 8:06:00 PM WIB Last Updated 2026-06-06T13:06:09Z

 

Gubernur Mahyeldi saat membuka kegiatan yang dihadiri pakar bedah dari berbagai negara ASEAN


PADANG, politicnewss.id — Ancaman kanker kolorektal kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Tren meningkatnya kasus pada kalangan usia muda menjadi sorotan utama dalam Simposium Internasional Bedah Kolorektal yang digelar di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026).


Dalam forum ilmiah bertajuk ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi, deteksi dini, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tengah meningkatnya ancaman penyakit tersebut.


Menurut Mahyeldi, perubahan pola hidup masyarakat menjadi salah satu faktor yang memicu melonjaknya kasus kanker kolorektal. Konsumsi makanan olahan, tingginya asupan daging merah, minimnya konsumsi serat, hingga rendahnya aktivitas fisik dinilai menjadi kombinasi yang perlu diwaspadai.


“Kasus kanker kolorektal terus meningkat dan kini banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Ini harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan yang dihadiri pakar bedah dari berbagai negara ASEAN tersebut.


Simposium internasional itu menjadi ajang bertemunya para ahli bedah, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk membahas perkembangan teknologi terbaru dalam penanganan kanker kolorektal, khususnya teknik bedah minimal invasif yang dinilai lebih efektif dan modern.


Mahyeldi menegaskan bahwa kemajuan teknologi kesehatan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Menurutnya, tenaga kesehatan dituntut terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Penguasaan teknologi medis dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan harus berjalan seiring. Tujuannya jelas, menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” katanya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari pihak rumah sakit, organisasi profesi, hingga institusi pendidikan yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia.


Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai bagian dari jejaring ASEAN Center of Excellence untuk bedah kolorektal minimal invasif.


Menurutnya, keberadaan pusat unggulan tersebut menjadi peluang besar bagi Sumatera Barat untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Tak hanya itu, Pemprov Sumbar juga terus mendorong peningkatan kualitas fasilitas kesehatan daerah, termasuk pengembangan RSUD Mohammad Natsir menuju rumah sakit tipe A guna memperkuat sistem rujukan kesehatan di Sumbar.


“Harapannya, masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan terbaik di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke luar provinsi,” tegasnya.


Melalui simposium internasional tersebut, Mahyeldi berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan penyakit yang terus berkembang.


“Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Karena itu, penguatan SDM, inovasi teknologi, dan kolaborasi harus terus diperkuat,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Kanker Kolorektal Ancam Usia Muda, Mahyeldi Dorong Deteksi Dini dan Penguatan SDM Kesehatan
  • 0

Terkini