Iklan

HF Radar Resmi Beroperasi di Pariaman, Gubernur Mahyeldi: Benteng Baru Hadapi Ancaman Tsunami dan Megathrust

Jumat, 03 Juli 2026, 2:15:00 PM WIB Last Updated 2026-07-03T07:15:36Z
Gubernur Mahyeldi saat meresmikan penggunaan HF Radar

PARIAMAN, politicnewss.id – Upaya memperkuat sistem mitigasi bencana di pesisir barat Sumatera terus dilakukan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan High Frequency (HF) Radar di Pantai Taman Anas Malik, Kota Pariaman, Jumat (3/7/2026).


Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Ia menegaskan, kehadiran teknologi pemantau laut tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi, tsunami, hingga potensi megathrust yang selama ini menjadi perhatian di pesisir barat Sumatera.


"HF Radar ini menjadi mata yang terus mengawasi kondisi laut dari daratan. Teknologi ini mampu memantau arus laut, tinggi gelombang, hingga perubahan kondisi laut secara real time, sehingga sangat penting dalam mendukung sistem peringatan dini dan keselamatan masyarakat pesisir," kata Mahyeldi.


Menurutnya, falsafah Minangkabau Alam Takambang Jadi Guru kini semakin relevan dengan dukungan teknologi modern. Jika dahulu masyarakat membaca tanda-tanda alam secara tradisional, kini informasi tersebut diperkuat dengan sistem observasi yang lebih cepat dan akurat.


Mahyeldi menilai, keberadaan HF Radar tidak hanya berfungsi sebagai alat mitigasi bencana, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi sektor maritim. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, membantu aktivitas nelayan, mendukung produktivitas perikanan, hingga memperkuat pengamanan wilayah laut Indonesia.


Ia juga mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 2026 telah menambah empat unit Early Warning System (EWS) tsunami. Seluruh perangkat itu diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem BMKG sehingga mampu memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat saat terjadi potensi bencana.


"Kami ingin seluruh sistem peringatan dini saling terhubung. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan berbagai mitra, perlindungan terhadap masyarakat pesisir akan semakin optimal," ujarnya.


Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2 yang bertujuan memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional.


Sumatera Barat dipilih karena memiliki aktivitas pelayaran dan perikanan yang tinggi, sekaligus berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. Melalui HF Radar, BMKG dapat memantau arus permukaan laut, karakteristik gelombang, serta berbagai parameter oseanografi yang menjadi bagian penting dalam mendukung sistem peringatan dini tsunami.


Selain memperkuat infrastruktur teknologi, BMKG juga terus mengembangkan edukasi kebencanaan melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim, hingga Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Sumatera Barat.


Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut baik hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, HF Radar akan menjadi instrumen penting dalam melindungi masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut.


Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berlanjut, termasuk pembangunan shelter evakuasi tsunami di Kota Pariaman yang dinilai masih sangat dibutuhkan.


Dengan beroperasinya HF Radar di Kota Pariaman, Sumatera Barat kini memiliki tambahan teknologi strategis untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana. Pemerintah berharap kehadiran alat ini mampu meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.

Komentar

Tampilkan

  • HF Radar Resmi Beroperasi di Pariaman, Gubernur Mahyeldi: Benteng Baru Hadapi Ancaman Tsunami dan Megathrust
  • 0

Terkini