Iklan

Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sinergi Pemda dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Sumbar

Rabu, 01 Juli 2026, 10:04:00 PM WIB Last Updated 2026-07-01T15:04:32Z
Gubernur Mahyeldi saat menghadiri Hari Bhayangkara ke-80 

PADANG, politicnewss.id  – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Sumatera Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa sinergi yang solid antara Pemprov Sumbar dan Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.


Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi usai menghadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 bertema "Polri untuk Masyarakat" di halaman Istana Gubernuran, Padang, Rabu (1/7/2026). Upacara turut dihadiri Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumbar Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta bertindak sebagai inspektur upacara. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.


Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif merupakan syarat utama agar pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.


"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri terus menjadi institusi yang profesional, semakin dipercaya masyarakat, dan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Mahyeldi.


Sementara itu, Kapolda Sumbar Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.


Menurutnya, tema "Polri untuk Masyarakat" menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan langkah kepolisian harus selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta berkeadilan.


"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi Polri. Karena itu seluruh tugas kepolisian harus dilaksanakan dengan mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang humanis," tegas Gatot.


Ia juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak mungkin dilakukan Polri sendiri. Dibutuhkan kerja sama erat dengan TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, insan pers, hingga seluruh lapisan masyarakat.


Kapolda memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh mitra strategis yang selama ini berkontribusi menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Ranah Minang.


Tak hanya itu, Gatot juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel Polda Sumbar beserta Bhayangkari atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan seluruh anggota Polri untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.


Menutup sambutannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Ia juga membuka ruang bagi kritik dan masukan yang konstruktif agar Polri semakin profesional, modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat.


Komentar

Tampilkan

  • Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sinergi Pemda dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Sumbar
  • 0

Terkini