Iklan

Jalan Ikonik Kelok 44 Rusak Parah, Anggota DPRD Sumbar Nofrizon Desak Pemprov Sumbar Bertindak Sebelum Makan Korban

Selasa, 07 Juli 2026, 7:51:00 AM WIB Last Updated 2026-07-07T00:51:14Z

 

Anggota DPRD Sumbar Nofrizon saat interupsi di sidang paripurna 

PADANG, politicnewss.id – Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Padang Luar–Matur–Palembayan dan Padang Luar–Matur–Lubuk Basung di Kabupaten Agam menjadi sorotan serius. Kerusakan yang kian parah di jalur bersejarah sekaligus ikon pariwisata Sumatera Barat itu dinilai sudah tidak bisa lagi ditangani dengan tambal sulam dan membutuhkan perbaikan permanen secepatnya.


Desakan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nofrizon, melalui interupsi dalam rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Senin (6/7/2026). Menurutnya, pemerintah provinsi harus segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan jalan menimbulkan korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.


Nofrizon menegaskan, salah satu titik kerusakan paling mengkhawatirkan berada di kawasan Kelok 10, Sungai Landai, yang merupakan bagian dari jalur Kelok 44, Kabupaten Agam. Di lokasi tersebut, badan jalan yang semula memiliki lebar sekitar enam meter kini hanya menyisakan sekitar dua meter akibat longsor dan kerusakan yang terus meluas.


"Kondisi ini sudah sangat membahayakan. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengganggu arus distribusi barang, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.


Ia menilai dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga mulai memukul sektor pariwisata. Kawasan Matur dan Danau Maninjau yang selama ini menjadi destinasi unggulan Kabupaten Agam disebut mulai mengalami penurunan kunjungan karena wisatawan khawatir melintasi jalur yang rusak.


Menurut Nofrizon, apabila akses tersebut terus dibiarkan, pelaku usaha wisata, rumah makan, penginapan, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata akan semakin terdampak.


Tidak hanya sektor wisata, para petani juga menghadapi kesulitan mengangkut hasil panen menuju pasar. Kerusakan jalan membuat biaya distribusi meningkat, waktu tempuh lebih lama, serta memperbesar risiko kecelakaan bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian.


Jalur tersebut juga merupakan akses vital bagi kendaraan pengangkut ikan dari keramba Danau Maninjau, distribusi kebutuhan pokok, hingga mobilitas ribuan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Kelok 44 menuju berbagai daerah di Kabupaten Agam.


Dalam interupsinya, Nofrizon berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dapat turun langsung meninjau kondisi ruas jalan tersebut agar merasakan sendiri kesulitan yang selama ini dialami masyarakat.


Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan permanen sekaligus melakukan penanganan darurat di titik-titik rawan longsor agar risiko kecelakaan dapat ditekan.


"Pemerintah jangan hanya hadir ketika kerusakan sudah semakin parah. Penanganan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat melintas," tegasnya.


Nofrizon juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan sebagaimana semangat yang diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Jalan Provinsi. Karena itu, ia berharap perbaikan ruas jalan strategis tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur Sumatera Barat tahun ini.

Komentar

Tampilkan

  • Jalan Ikonik Kelok 44 Rusak Parah, Anggota DPRD Sumbar Nofrizon Desak Pemprov Sumbar Bertindak Sebelum Makan Korban
  • 0

Terkini