Iklan

Bangun SDM Inklusif, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Guru Aktifkan Potensi Setiap Anak

Senin, 10 Agustus 2026, 8:43:00 PM WIB Last Updated 2026-08-10T13:43:21Z
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru se-Kota Padang

PADANG, politicnewss.id — Penguatan pendidikan khusus dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Sumatera Barat yang inklusif, berkeadilan, dan mampu bersaing di masa depan. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru se-Kota Padang, Senin (10/8/2026).


Muhidi menegaskan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus diberikan tanpa diskriminasi. Termasuk bagi anak berkebutuhan khusus yang memiliki potensi besar dan harus mendapatkan ruang untuk berkembang secara optimal.


“Pendidikan khusus bukan sekadar layanan sosial. Ini adalah investasi pembangunan sumber daya manusia Sumatera Barat,” ujar Muhidi.


Menurutnya, pembangunan pendidikan yang inklusif harus diarahkan untuk melahirkan generasi yang berdaya, memiliki kesempatan yang setara, serta tumbuh sebagai pribadi yang bermartabat.


Sumatera Barat, kata Muhidi, memiliki komitmen untuk terus memperkuat layanan pendidikan inklusif. Perkembangan jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) dan layanan pendidikan khusus menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak.


Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari pemerataan akses layanan pendidikan, ketersediaan guru pendidikan khusus, sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, pemanfaatan teknologi pembelajaran, hingga mempersiapkan peserta didik berkebutuhan khusus agar mampu memasuki dunia kerja.


“Jangan sampai ada anak yang merasa berbeda hanya karena memiliki kebutuhan khusus. Tugas kita adalah membuka kesempatan agar setiap anak bisa tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” katanya.


Di hadapan para guru, Muhidi juga memberikan pesan agar profesi pendidik tidak berhenti pada aktivitas mengajar di dalam kelas. Menurutnya, guru memiliki peran yang jauh lebih besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.


“Guru datang ke sekolah bukan hanya untuk mengajar. Kalau datang hanya mengajar, bisa jadi kualitas anak didik kita berada di bawah kita. Tetapi kalau guru hadir sebagai pendidik, inspirator dan motivator, maka kita bisa membentuk anak-anak yang hebat,” tegasnya.


Ia mengajak guru menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah. Nilai kejujuran, kemandirian, tanggung jawab dan keberanian harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.


“Jadilah inspirator, jadilah motivator. Bentuk karakter anak-anak didik kita. Guru harus menjadi agen of change, agen perubahan,” ujarnya.


Muhidi menambahkan, setiap anak memiliki kemampuan yang mungkin belum terlihat. Karena itu, tugas guru bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menemukan, mengasah dan mengaktifkan potensi yang dimiliki peserta didik.


“Peran kita adalah mengaktifkan apa yang bisa diaktifkan. Jangan melihat keterbatasannya, tetapi lihat potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.


Muhidi juga mengingatkan bahwa Sumatera Barat sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh besar dengan kontribusi pemikiran bagi bangsa Indonesia.


Ia menyebut sejumlah nama seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir hingga Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebagai bagian dari deretan tokoh yang lahir dari tradisi intelektual Sumatera Barat.


“Sumatera Barat adalah daerah sumber otak. Kita memiliki banyak tokoh besar seperti Buya Hamka, Bung Hatta, Sutan Syahrir dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus membangun pendidikan,” ungkapnya.


Menurut Muhidi, semangat tersebut harus diteruskan melalui peningkatan kualitas guru dan penguatan sistem pendidikan yang mampu merangkul seluruh anak tanpa terkecuali.


“Kalau kita ingin Sumatera Barat maju, maka investasi terbesar kita adalah manusia. Dan untuk membangun manusia yang berkualitas, kita harus memperkuat pendidikan,” pungkasnya.


Penguatan kompetensi guru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk meraih masa depan.

Komentar

Tampilkan

  • Bangun SDM Inklusif, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Guru Aktifkan Potensi Setiap Anak
  • 0

Terkini