Iklan

Guru Jadi Kunci Masa Depan Pendidikan Sumbar, Gubernur Mahyeldi: Terus Berinovasi

Kamis, 13 Agustus 2026, 7:44:00 PM WIB Last Updated 2026-08-13T12:44:46Z
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026 sekaligus Seminar dan Workshop Pendidikan bertema “Energy of Teacher”

PADANG, politicnewss.id — Guru disebut sebagai kekuatan utama dalam mendorong kemajuan pendidikan di Sumatera Barat. Peran guru dinilai tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan.


Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026 sekaligus Seminar dan Workshop Pendidikan bertema “Energy of Teacher”, Kamis (13/8/2026).


Mahyeldi menegaskan, guru merupakan energi yang menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan. Karena itu, kualitas pendidikan Sumbar sangat bergantung pada kapasitas, keteladanan, kreativitas, serta kemampuan guru beradaptasi dengan perubahan zaman.


«“Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.»


Ia menyebutkan, berdasarkan Rapor Pendidikan Sumbar 2025, jenjang SMA, SMK, dan SLB memiliki sekitar 158.414 murid dengan 106.926 tenaga pengajar. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) berada di angka 71,18 atau kategori Tuntas Pratama.


Menurut Mahyeldi, capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan pendidikan, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.


Pada aspek literasi dan numerasi, SMA dan SMK masih menghadapi tren penurunan. Sementara aspek karakter bergerak menuju kategori baik. Kondisi berbeda terlihat pada pendidikan khusus, di mana literasi, numerasi, dan karakter menunjukkan tren peningkatan.


“Kita juga melihat kualitas pembelajaran dan iklim keamanan sekolah menunjukkan tren positif. Namun, penurunan iklim kebinekaan pada SMA, SMK, dan SMALB harus menjadi perhatian,” katanya.


Mahyeldi mengingatkan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Perbedaan harus dihargai, sementara nilai persatuan dan kebersamaan terus diperkuat.


Di sisi lain, Sumbar memiliki modal besar dalam pengembangan kualitas tenaga pendidik. Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025 mencatat sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6 persen guru telah memiliki kualifikasi pendidikan S1/D4.


Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer.


Namun, persoalan regenerasi guru menjadi tantangan yang tidak boleh diabaikan. Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun mendatang.


“Kondisi ini menuntut perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” ungkap Mahyeldi.


Ia menilai keberadaan Guru Penggerak menjadi salah satu kekuatan yang dapat mempercepat transformasi pendidikan Sumbar. Saat ini tercatat 1.548 Guru Penggerak, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menjadi kepala sekolah.


Mahyeldi juga menyoroti semakin terbukanya ruang apresiasi terhadap inovasi guru. Jumlah GTK yang menerima penghargaan meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024. Pada 2025, sebanyak 390 GTK tercatat mengikuti Apresiasi GTK Sumbar.


Ia mendorong berbagai komunitas dan wadah peningkatan kompetensi guru terus dihidupkan, mulai dari Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan hingga ruang kolaborasi lainnya.


«“Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.»


Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga menuntut guru untuk terus belajar. Teknologi dapat membantu memperluas akses informasi dan pengetahuan, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membangun karakter, nilai, cara berpikir, dan keteladanan.


“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri. Kemajuan ilmu dan teknologi harus berjalan bersama akhlak, karakter, dan budaya,” ujarnya.


Ia menegaskan semangat tersebut sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumatera Barat.


Mahyeldi berharap Sumbar Teacher Summit 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem pendidikan.


«“Jadikan ia sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan Sumatera Barat yang semakin maju, bermutu, berkarakter, dan berdaya saing. Guru Hebat, Pendidikan Bermutu, Sumatera Barat Maju dan Bermartabat,” katanya.»


Dalam kegiatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan atas pengabdian dan dedikasinya dalam mendorong pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.


Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung selama 13–14 Agustus 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. sebagai narasumber.


Kegiatan turut dihadiri Founder Indonesia Inspiring Teacher Herdinalsky, Co-Founder Indonesia Inspiring Teacher Saiful Husain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Pimpinan Redaksi Haluan Zul Efendi, serta Kacabdin, Ketua MKKS dan guru SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat.


Seminar dan workshop pendidikan bertema “Energy of Teacher” tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi gagasan, memperkuat kolaborasi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dari para pendidik untuk menjawab tantangan pendidikan di Sumatera Barat.

Komentar

Tampilkan

  • Guru Jadi Kunci Masa Depan Pendidikan Sumbar, Gubernur Mahyeldi: Terus Berinovasi
  • 0

Terkini