Iklan

Gubernur Mahyeldi Dorong Mahasiswa UMN Lanjutkan Semangat Perjuangan Mohammad Natsir

Selasa, 29 September 2026, 11:19:00 AM WIB Last Updated 2026-09-29T04:19:00Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri kegiatan Mata Natsir 2026 sekaligus Masa Ta’aruf Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

BUKITTINGGI, politicnewss.id — Nama besar Mohammad Natsir yang diabadikan menjadi nama perguruan tinggi di Bukittinggi diharapkan tidak sekadar menjadi identitas. Lebih dari itu, nama tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, sekaligus meneruskan nilai perjuangan yang diwariskan salah satu tokoh penting bangsa tersebut.


Harapan itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri kegiatan Mata Natsir 2026 sekaligus Masa Ta’aruf Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (28/9/2026).


Di hadapan mahasiswa baru, Mahyeldi menekankan pentingnya menjadikan perjalanan hidup dan perjuangan Mohammad Natsir sebagai sumber inspirasi. Menurutnya, mahasiswa UMN memiliki ruang yang besar untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam dunia pendidikan, kehidupan bermasyarakat, hingga pengabdian kepada bangsa.


“Ke depan, kita tentu berharap mahasiswa di sini bisa menginternalisasikan nilai-nilai dari Pak Natsir. Kemudian menjadi tokoh baru yang mewarisi sifat Pak Natsir,” ujar Mahyeldi.


Ia menilai Mohammad Natsir memiliki catatan penting dalam sejarah perjalanan Indonesia. Salah satunya terkait perjuangan mengembalikan Indonesia dari bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Karena itu, Mahyeldi mengajak mahasiswa tidak hanya mengenal Mohammad Natsir melalui nama yang tercantum pada almamater, tetapi juga memahami gagasan, perjuangan, dan kontribusinya bagi bangsa.


“NKRI itu ada salah satunya berkat jasa Pak Natsir. Bisa dibilang, tidak ada Pak Natsir, tidak ada NKRI. Begitulah kira-kira analogi besarnya jasa Pak Natsir untuk bangsa ini,” katanya.


Menurut Mahyeldi, semangat perjuangan para pendahulu harus terus menemukan bentuknya di tengah perubahan zaman. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan negara, maka generasi saat ini dapat meneruskannya melalui pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.


Ia juga menyampaikan gagasan agar nama Mohammad Natsir semakin dekat dengan aktivitas keseharian mahasiswa UMN.


“Kalau boleh, usul saya, kalau sekarang singkatan nama kampus ini adalah UMN, bagaimana kalau kita geser sedikit menjadi UM Natsir. Sehingga Natsir itu melekat dalam keseharian kampus ini,” ujarnya.


Mahyeldi menyebut Mohammad Natsir bukan satu-satunya tokoh asal Sumatera Barat yang memiliki peran dalam perjalanan bangsa. Sejumlah nama lainnya, seperti Sutan Sjahrir dan Agus Salim, juga meninggalkan warisan pemikiran dan keteladanan yang patut dipelajari generasi muda.


Menurutnya, tradisi intelektual, keberanian menyampaikan gagasan, serta kepedulian terhadap kepentingan bangsa merupakan nilai yang relevan untuk terus dikembangkan mahasiswa di tengah tantangan zaman.


Sementara itu, Rektor UMN Bukittinggi, Alfihan Afrifani Ahmad, mengatakan penggunaan nama Mohammad Natsir membawa makna sekaligus tanggung jawab tersendiri bagi perguruan tinggi tersebut.


Menurutnya, Mohammad Natsir bukan hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sebagai negarawan dan politisi yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan Indonesia.


“Karena kita menyandang nama Bapak Mohammad Natsir. Seorang ulama, seorang tokoh negarawan, seorang politisi. Nama itu bukan hanya sebatas nama, tapi ada nilai-nilai di sana, ada beban,” ungkap Alfihan.


Ia menegaskan, UMN bersama Yayasan Rumah Sakit Islam Sumbar (YARSI Sumbar) berupaya membangun pendidikan yang tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik.


Pendidikan, kata Alfihan, harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk memberikan manfaat di lingkungan sekitarnya.


“Tidak hanya sebatas lulus membawa ijazah, tapi juga harus memberikan perubahan. Perubahan untuk dirinya, perubahan untuk keluarganya, dan perubahan untuk bangsanya,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Dorong Mahasiswa UMN Lanjutkan Semangat Perjuangan Mohammad Natsir
  • 0

Terkini