![]() |
| Desa terindah di dunia Pariangan |
Di tempat seperti ini, perjalanan wisata bukan sekadar soal tiba di sebuah destinasi, mengambil gambar, lalu melanjutkan perjalanan.
Ada cerita lain yang tumbuh di balik ramainya wisatawan.
Di sebuah warung sederhana, Meri menjadi salah satu warga yang merasakan langsung bagaimana pesona Pariangan perlahan membuka pintu rezeki bagi masyarakat.
Wisatawan yang datang tidak hanya membawa kamera dan rasa ingin tahu. Sebagian dari mereka duduk menikmati makanan, membeli minuman, apalagi kopi kawa daunnya, berbincang dengan warga, lalu kembali melanjutkan perjalanan setelah puas menikmati suasana.
“Sering ada wisatawan yang singgah. Mereka menikmati pemandangan, kemudian mampir ke warung,” tutur Meri.
Bagi Meri, pemandangan indah yang setiap hari terbentang di depan mata bukan lagi sekadar panorama. Keindahan itu telah menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat. Semakin banyak orang mengenal Pariangan, semakin terbuka pula kesempatan bagi warga untuk mengembangkan usaha.
Warung-warung kecil, kuliner lokal, produk UMKM hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat tumbuh berdampingan dengan geliat pariwisata.
Di sinilah Pariangan memperlihatkan wajah lainnya.
Keindahan alam ternyata tidak berhenti sebagai objek untuk dipandang. Ia dapat menjadi modal ekonomi ketika dikelola bersama kreativitas dan usaha masyarakat.
Potensi itulah yang kemudian mendapat ruang melalui pengembangan Nagari Creative Hub, sebuah program yang mendorong pengelolaan potensi lokal agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif masyarakat.
Bagi nagari dengan kekayaan alam dan budaya seperti Pariangan, peluang tersebut menjadi semakin terbuka. Masyarakat tidak hanya dituntut untuk menjaga keindahan kampung halaman, tetapi juga belajar mengemas potensi yang dimiliki agar memiliki nilai tambah.
Sebab, wisatawan yang datang tidak hanya mencari tempat yang indah. Mereka juga mencari pengalaman, merasakan suasana, menikmati makanan lokal, bertemu masyarakat, dan membawa pulang cerita.
Dan cerita itulah yang kini sedang tumbuh di Pariangan.
Sebuah cerita tentang alam yang memikat, masyarakat yang bergerak, UMKM yang bertahan dan berkembang, serta harapan bahwa semakin banyak orang datang mengenal Pariangan, semakin luas pula manfaat yang dirasakan warga.
Pada akhirnya, keindahan Pariangan bukan hanya milik wisatawan yang datang menikmatinya. Di balik panorama yang menjadi daya tarik, ada masyarakat yang menjadikannya sebagai peluang untuk bergerak dan membangun kehidupan yang lebih baik. (Tommy)
