Iklan

Kabut Asap Selimuti Sumbar, Wagub Vasko Perintahkan Pengawasan Diperketat dan Kebakaran Lahan Diantisipasi

Senin, 19 Oktober 2026, 9:38:00 PM WIB Last Updated 2026-10-19T14:38:55Z
Wagub Vasko saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, politicnewss.id— Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumbar. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, meminta seluruh instansi terkait memperkuat langkah pencegahan kebakaran lahan, meningkatkan pemantauan kualitas udara, serta mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.


Penegasan itu disampaikan Vasko saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia bersama jajaran terkait membahas perkembangan kualitas udara, arah pergerakan angin, hingga sebaran titik panas yang terpantau melalui sistem pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Berdasarkan hasil pemantauan, belum ditemukan titik api di wilayah Sumatera Barat. Meski demikian, kabut asap yang menyelimuti daerah ini diduga merupakan kiriman dari provinsi tetangga yang tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan.


“Setelah kita pantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di Sumbar. Kabut asap yang sekarang menyelimuti Sumbar itu berasal dari provinsi tetangga,” ungkap Vasko.


Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh membuat semua pihak lengah. Upaya pencegahan tetap harus diperkuat, terutama di daerah yang memiliki riwayat kebakaran lahan, seperti Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan.


Vasko menegaskan, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar kebakaran tidak kembali terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.


Perhatian khusus juga diberikan terhadap temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar yang kemudian ditanami kelapa sawit. Vasko meminta Dinas Kehutanan Sumbar segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri kejadian tersebut, termasuk memastikan penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur kesengajaan.


“Dinas Kehutanan saya minta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar ditanami sawit. Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini,” tegasnya.


Selain memperketat pengawasan di lapangan, Vasko juga mendorong pembentukan tim terpadu yang melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.


Tim ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, memantau perkembangan kualitas udara secara berkala, sekaligus menyiapkan langkah cepat apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.


Menurut Vasko, penanganan kabut asap tidak cukup hanya dengan memantau kondisi udara. Perlindungan kesehatan masyarakat dan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana juga harus menjadi bagian penting dari langkah pemerintah.


Sementara itu, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho, menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan banyak titik api terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Pergerakan angin turut membawa asap dari kawasan tersebut hingga memengaruhi sejumlah daerah di Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat.


“Sumatera Barat termasuk daerah yang berada di kawasan tersebut. Sehingga sejak 15 Oktober lalu hingga sekarang, kualitas udaranya masih parah,” ujar Sugeng.


Di sisi lain, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengingatkan pentingnya memantau perkembangan cuaca secara berkala menjelang November hingga Desember.


Menurutnya, perubahan pola atmosfer dan pergerakan angin muson akan memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah. Kondisi ini perlu dicermati agar pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi sesuai dengan perkembangan cuaca.


Ia menjelaskan, peningkatan curah hujan memang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran di sejumlah wilayah. Namun, hal tersebut tidak serta-merta menghapus seluruh potensi kebakaran lahan. Sebaliknya, hujan berintensitas tinggi juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.


Karena itu, kesiapsiagaan perlu diarahkan pada tiga langkah utama, yakni mencegah kebakaran hutan dan lahan, mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran maupun penurunan kualitas udara, serta memperkuat kesiapan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem.


Melalui penguatan koordinasi dan pengawasan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap dampak kabut asap dapat ditekan, risiko kebakaran lahan dapat dicegah, dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.


Dalam kunjungan itu, Vasko didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Dr. Ferdinal Asmil, S.TP., M.P.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Ir. Kuartini Deti Putri, M.Si.; Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Mursalim, AP., M.Si.; Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, M.Ph.; serta Kepala Pelaksana BPBD Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Edral Pratama, S.T., M.Sc.


Turut hadir Kepala UPTD KPHL Agam Raya pada Dinas Kehutanan Sumbar, Syamsul Bahri, S.Hut., M.Si.

Komentar

Tampilkan

  • Kabut Asap Selimuti Sumbar, Wagub Vasko Perintahkan Pengawasan Diperketat dan Kebakaran Lahan Diantisipasi
  • 0

Terkini