Iklan

Wagub Sumbar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah di Pasaman: “Tak Ada Ampun, Siapapun Backing-nya”

Senin, 05 Januari 2026, 8:20:00 PM WIB Last Updated 2026-01-05T13:20:44Z

 

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy

PADANG, politicnewss.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan brutal terhadap seorang nenek bernama Saudah (68) di Kabupaten Pasaman. Kasus ini menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi luka parah akibat dugaan tindak kekerasan.


Desakan keras itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat menemui Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta usai Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemprov Sumbar, Senin (5/1/2025).


Wagub Vasko meminta aparat penegak hukum bergerak cepat dan tegas menangkap para pelaku tanpa pandang bulu.


“Saya minta tolong segera dieksekusi Pak Kapolda, tangkap pelaku penganiayaan Nenek Saudah. Ini perbuatan yang sangat kurang ajar,” tegas Vasko.


Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap perempuan lanjut usia yang tak berdaya merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi. Ia menegaskan kasus ini tidak boleh berlarut-larut dan harus segera dibawa ke ranah hukum.


Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumbar langsung menghubungi Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat untuk meminta laporan terkini penanganan kasus.


Kapolres Pasaman melaporkan bahwa penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa korban, serta mengantongi enam nama terduga pelaku. Korban juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.


Mendengar laporan itu, Kapolda Sumbar menegaskan agar proses penyidikan dipercepat.


“Malu saya sama Pak Wagub sampai beliau datang langsung. Kalau tidak diproses cepat, saya yang malu,” ujar Kapolda.


Pada kesempatan yang sama, Wagub Vasko kembali menegaskan kepada Kapolres Pasaman agar tidak ragu menindak siapapun yang terlibat.


“Terima kasih langkah awalnya Pak Kapolres, tapi mohon segera ditangkap pelakunya. Tidak ada cerita, siapapun backing-nya, tangkap. Kita lawan. Ini terlalu kurang ajar,” tegasnya.


Kronologi Penganiayaan


Kasus penganiayaan ini terjadi di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, pada Kamis (1/1/2026). Warga menemukan Saudah dalam kondisi mengenaskan, dengan wajah lebam dan kedua mata membiru, di sekitar aliran sungai.


Korban diduga menjadi sasaran kekerasan setelah menegur aktivitas di lokasi tersebut. Dalam kesaksiannya, Saudah mengatakan ia tidak berniat melarang, hanya meminta agar aktivitas dihentikan pada siang hari.


Namun saat ia menyorotkan senter ke arah beberapa orang di lokasi, ia justru dilempari batu, dipukuli, lalu diseret ke semak-semak hingga tak sadarkan diri.


Warga yang menemukan korban kemudian membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.


Dugaan Tambang Ilegal


Peristiwa ini juga memunculkan dugaan keterkaitan dengan aktivitas penambangan ilegal di sekitar sungai, meski polisi menyatakan masih mendalami fakta dan mengumpulkan alat bukti.


Hingga kini, polisi memastikan penyelidikan terus dikembangkan dan berjanji memproses kasus ini hingga tuntas demi keadilan bagi korban.

Komentar

Tampilkan

  • Wagub Sumbar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah di Pasaman: “Tak Ada Ampun, Siapapun Backing-nya”
  • 0

Terkini