Jelang Rakornas Pusat–Daerah, Gubernur Mahyeldi Kumpulkan Forkopimda Bahas Pangan dan Inflasi Sumbar

 

Forkopimda Sumbar hadiri rakornas stabilitas pangan dan pengendalian inflasi daerah

BOGOR, politicnewss.id — Menjelang keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar menggelar diskusi strategis membahas stabilitas pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Diskusi yang berlangsung di Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf, Bogor, Minggu malam (1/2/2026) itu dipimpin langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Hadir pula Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Kajati Sumbar Muhibudin, Dankoarmada II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, serta Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin.

Baca Juga : Safari Ramadhan 2026 Difokuskan ke Daerah Bencana, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Kehadiran Negara Harus Terasa

Baca Juga : Ketua DPRD Sumbar Kaji Potensi Kelautan di Pariaman, Siapkan Arah Anggaran untuk Pemberdayaan Masyarakat

Turut mendampingi, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sumbar, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Asisten Administrasi Umum Medi Iswandi, Kepala Dinas Pangan Iqbal Ramadipayana, Kepala Dinas Perindag Novrial, Kepala BPBD Era Sukma Munaf, hingga sejumlah kepala biro dan OPD terkait lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penguatan sinergi pusat dan daerah menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah pemulihan pascabencana serta menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi, adalah fondasi penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Presiden RI agar pemerintah daerah proaktif menjaga stabilitas di wilayahnya masing-masing,” tegas Mahyeldi.

Ia menyebutkan, Pemprov Sumbar terus memperkuat peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan fokus pada ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga, khususnya komoditas strategis penyumbang inflasi.

“Karakteristik wilayah Sumbar sangat beragam. Karena itu, kebijakan pengendalian inflasi harus adaptif dan berbasis kondisi daerah. Dukungan Forkopimda serta pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Sumbar Iqbal Ramadipayana menyampaikan bahwa secara umum kondisi ketersediaan pangan di Sumbar masih aman. Namun, sejumlah komoditas seperti jagung, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng perlu diantisipasi melalui penguatan cadangan pangan, operasi pasar, serta kerja sama antar daerah.

Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin menekankan pentingnya fokus pengendalian inflasi di pusat-pusat perdagangan utama, seperti Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Dharmasraya.

“Pergerakan harga di wilayah tersebut sangat menentukan inflasi regional. Selain itu, komoditas musiman seperti cabai merah juga perlu perhatian khusus karena volatilitas harganya sangat dipengaruhi siklus panen,” ujarnya.

Baca Juga : Tim Terpadu Tak Kendur, Penertiban PETI di Sumbar Terus Digencarkan

Baca Juga : Kerja Keras Perumda AM Padang Pulihkan Layanan Air Pasca Bencana, Pelayanan Kini Capai 99 Persen

Diskusi Forkopimda ini ditutup dengan kesepakatan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hasil pertemuan tersebut akan menjadi bahan strategis yang disampaikan Gubernur Mahyeldi bersama Forkopimda Sumbar saat mengikuti Rakornas bersama Presiden RI yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).