![]() |
| Gubernur Mahyeldi saat mendampingi Menteri Pariwisata |
PADANG, politicnewss.id — Kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke Sumatera Barat langsung dimanfaatkan Gubernur Mahyeldi Ansharullah untuk mendorong percepatan pengembangan sektor pariwisata, termasuk proyek strategis di Kepulauan Mentawai.
Dalam agenda hari pertama, Rabu (29/4/2026), rombongan meninjau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi salah satu ikon wisata religi di daerah tersebut.
Kunjungan selama dua hari ini tak sekadar seremoni. Pemerintah Provinsi Sumbar membawa sejumlah agenda penting, mulai dari penguatan destinasi unggulan hingga peningkatan infrastruktur penunjang pariwisata.
Baca Juga : Operasi Bibir Sumbing Gratis, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kolaborasi Sosial
Mahyeldi menegaskan, salah satu prioritas utama adalah pengembangan bandara di Mentawai dengan penambahan landasan pacu sepanjang 400 meter agar dapat didarati pesawat berbadan besar.
“Kalau ada kepastian dukungan dari pusat, ini akan jadi lompatan besar bagi pariwisata Sumatera Barat, khususnya Mentawai,” tegas Mahyeldi.
Dorongan tersebut dinilai krusial, mengingat Mentawai selama ini dikenal sebagai destinasi kelas dunia untuk selancar, namun masih terkendala aksesibilitas.
Tak hanya itu, Mahyeldi juga memastikan kebangkitan event internasional Tour de Singkarak yang direncanakan kembali digelar pada 2027 setelah sempat vakum akibat keterbatasan anggaran.
“Ini sudah kita agendakan kembali. Ke depan akan kita dukung penuh,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti menekankan pentingnya pembangunan pariwisata yang terintegrasi. Ia mengingatkan, pengembangan akses seperti bandara harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas pendukung seperti hotel dan akomodasi.
“Mentawai butuh landasan tambahan agar pesawat besar bisa masuk. Tapi itu saja tidak cukup, kapasitas kamar dan fasilitas juga harus siap,” jelasnya.
Selain Mentawai, perhatian pemerintah pusat juga tertuju pada penguatan wisata gastronomi. Kota Padang saat ini tengah diajukan ke UNESCO sebagai kota gastronomi dunia, membuka peluang besar bagi promosi kuliner Minangkabau ke tingkat global.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata berencana menghadirkan event “Wonderful Indonesia Gastronomi” di Padang pada tahun depan, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Bali, dan kawasan Jogja-Solo.
Tak ketinggalan, promosi wisata ramah muslim juga terus diperkuat, termasuk mengenalkan Masjid Raya Sumbar ke pasar internasional seperti Timur Tengah.
Baca Juga : Langkah Tegas Gubernur Mahyeldi Tertibkan PETI, Minta Kepala Daerah Bergerak Cepat
Baca Juga : Pemprov Sumbar All Out Dukung Geopark Silokek Raih Pengakuan Dunia
“Di ITB Berlin, foto masjid ini menarik perhatian besar. Ini peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” ungkap Widiyanti.
Di sisi lain, dukungan juga diberikan terhadap peringatan 100 tahun Jam Gadang sebagai salah satu ikon wisata bersejarah yang diharapkan mampu menarik lonjakan wisatawan ke Sumbar.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi pusat dan daerah kian serius mendorong Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan nasional hingga internasional.
