Halal Bihalal PKPS Membludak, Perantau Pessel Kini Nomor Dua Terbanyak di Padang

 

Halal bi halal DPW PKS Sumbar

PADANG, politicnewss.id — Suasana Halal Bihalal DPW Persaudaraan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Sumatera Barat, Minggu (12/4/2026), berlangsung semarak dan penuh kehangatan. Ribuan perantau asal Pesisir Selatan (Pessel) memadati Gedung Serbaguna DPW PKPS Sumbar, menegaskan kuatnya ikatan persaudaraan sekaligus peran strategis mereka di Kota Padang.

Mewakili Wali Kota Padang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyebut keberadaan perantau Pessel semakin terasa dampaknya dalam kehidupan sosial dan pembangunan kota. Ia menilai, karakter perantau Pessel yang egaliter, gigih, dan mudah bergaul menjadi kekuatan tersendiri.

“Perantau Pessel di Padang ini unik. Secara administrasi adalah warga Padang, tetapi tetap tidak melupakan jati diri sebagai orang Pesisir Selatan,” ujarnya.

Baca Juga : ISKADA Sumbar Perkuat Sinergi Organisasi Perempuan, Dorong Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Baca Juga : Kejar Pertumbuhan 6,9 Persen, Sumbar Dorong Hilirisasi dan Investasi

Ances mengungkapkan, jika pada era 1970-an Kota Padang didominasi perantau asal Pariaman, kini komposisi tersebut mulai berubah. Akses transportasi yang semakin baik membuat mobilitas masyarakat Pessel ke Padang kian mudah.

“Secara kuantitas, perantau Pessel di Padang sekarang sangat banyak. Bahkan sudah menjadi nomor dua terbanyak dan tersebar di berbagai sektor,” tegasnya.

Ia berharap, besarnya jumlah perantau ini dapat menjadi kekuatan untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Padang melalui berbagai sektor strategis.

Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal, Widoyo Hermanto, menyebut kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga wujud nyata persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial antar sesama perantau.

Mengusung tema “Rindu Pasisia, Baiyo Batido di Rumah Gadang”, ia menekankan pentingnya menjaga identitas di tengah kehidupan rantau.

“Ke mana pun kita pergi, kita harus mampu menyesuaikan diri. Namun jati diri sebagai orang pasisia tidak boleh hilang. Kita punya akar yang sama,” katanya.

Dari kampung halaman, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, turut mengajak perantau untuk berkontribusi aktif membangun daerah. Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran serta masyarakat dan perantau.

“Tidak perlu bicara pangkat dan jabatan. Orang Pessel wajib berbuat untuk kampung halaman, baik secara fisik maupun sosial,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi Pesisir Selatan yang masih menghadapi tantangan kemiskinan, meskipun telah keluar dari status daerah tertinggal.

“Sekarang Pessel berada di peringkat 17 daerah termiskin dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya, Pessel memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor kelautan, kehutanan hingga pertanian. Ia pun mendorong optimisme dan peran perantau dalam mendorong investasi, khususnya di sektor pariwisata seperti kawasan Mandeh yang kini mulai dilirik investor.

“Kawasan Mandeh akan terus berkembang. Kita butuh dukungan perantau agar investasi berjalan baik dan memberi dampak bagi masyarakat,” harapnya.

Ketua DPW PKPS Sumbar, Sengaja Budi Syukur, mengaku bangga dengan tingginya antusiasme perantau yang hadir. Ia menyebut momen ini mengingatkannya pada suasana Halal Bihalal tahun 2007 yang juga dipadati perantau.

Selain itu, ia juga memperkenalkan Gedung Serbaguna DPW PKPS Sumbar sebagai pusat kegiatan perantau. Namun, ia mengakui pembangunan gedung tersebut masih membutuhkan dukungan.

“Gedung ini dibangun secara swadaya oleh tokoh dan masyarakat Pessel. Kami berharap ada kelanjutan pembangunan, khususnya untuk lantai dua,” ujarnya.

Halal Bihalal ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara perantau dan kampung halaman, demi mendorong kemajuan Pesisir Selatan ke depan.