Iklan

Sekda Sumbar Genjot Sinergi Lintas Sektor, Rakerda UKS/M 2026 Bidik Sekolah Sehat Terintegrasi

Senin, 20 April 2026, 4:46:00 PM WIB Last Updated 2026-04-20T09:46:55Z

 

Sekda Sumbar memberikan arahan

PADANG, politicnewss.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (20/4/2026).

Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat orkestrasi kebijakan dan sinergi lintas sektor, guna memastikan pembinaan UKS/M berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan di seluruh daerah.

Dalam arahannya, Arry menegaskan bahwa pembangunan kesehatan anak usia sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara sektor pendidikan, kesehatan, dan perangkat daerah lainnya.

Baca Juga : WFH Perdana Pemko Padang Resmi Dimulai, ASN Tetap Wajib Ikuti Wirid Secara Daring

Baca Juga : Gubernur Mahyeldi Gandeng Danantara dan BUMN, Gaspol Percepatan Investasi dan Infrastruktur Sumbar

“Rakerda ini harus menghasilkan rencana kerja yang konkret dan terukur. Kita ingin semua bergerak dalam satu arah kebijakan yang jelas dan terintegrasi,” tegasnya.

Ia juga mendorong transformasi satuan pendidikan menjadi health promoting school, yakni sekolah yang tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga aktif membentuk perilaku hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, implementasi Trias UKS—meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat—harus berjalan secara utuh, bukan parsial.

“Sekolah harus menjadi ruang yang sehat, aman, dan mampu membangun karakter hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Arry menyoroti bahwa anak usia sekolah merupakan aset strategis daerah yang perlu dipersiapkan secara komprehensif, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan fisik dan mental.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pelaksanaan UKS/M, mulai dari belum meratanya pemahaman hingga lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan.

“Ini bukan sekadar agenda rutin, tapi momentum menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen agar program berjalan efektif di lapangan,” tambahnya.

Dalam aspek kesehatan, Arry menyinggung berbagai persoalan yang dihadapi pelajar, seperti karies gigi, kurang aktivitas fisik, obesitas, anemia, hingga stunting. Ia juga memberi perhatian khusus pada isu kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dampak penggunaan gawai, serta perundungan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sumbar mendorong inovasi program promotif dan preventif, salah satunya melalui program TALK GME yang diinisiasi oleh RSJ HB Saanin, guna meningkatkan literasi dan deteksi dini kesehatan mental di sekolah.

Program tersebut telah diterapkan di sejumlah sekolah binaan UKS/M dan akan terus diperluas melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Meski demikian, capaian UKS/M di Sumbar masih perlu ditingkatkan. Dari total 8.524 satuan pendidikan, baru sebagian yang mencapai strata paripurna, sehingga diperlukan pembinaan yang lebih sistematis dan berjenjang.

Baca Juga : Wagub Vasko Ajak Daerah di Sumbar Tiru Pariaman, Buka Akses Pasar Pangan hingga Jakarta

Baca Juga : Pemprov Sumbar Percepat Rehabilitasi Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana, Anggaran Rp455 Miliar Digelontorkan

Melalui Rakerda ini, Pemprov Sumbar menargetkan lahirnya langkah strategis, termasuk optimalisasi Gerakan Sekolah Sehat dengan lima fokus utama: sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan UKS/M sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi muda Sumatera Barat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait, pimpinan instansi kesehatan, serta Tim Pembina dan Pelaksana UKS/M dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Komentar

Tampilkan

  • Sekda Sumbar Genjot Sinergi Lintas Sektor, Rakerda UKS/M 2026 Bidik Sekolah Sehat Terintegrasi
  • 0

Terkini