![]() |
| Bakom RI Qodari saat diwawancarai liputan6 |
JAKARTA, politicnewss.id - Isu yang beredar di media sosial terkait pernyataan Amien Rais terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memicu perhatian publik. Pemerintah pun angkat bicara dan mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, menyatakan keprihatinannya. Ia menilai Amien Rais telah menjadi korban hoaks, meskipun dikenal sebagai tokoh senior dan akademisi.
Menurut Qodari, tuduhan tersebut bersumber dari konten yang menyesatkan di media sosial, termasuk video lagu berjudul “Aku Bukan Tedy”. Ia menegaskan bahwa video tersebut bukan fakta, melainkan konten hiburan yang bahkan sudah diberi disclaimer sebagai bukan kejadian nyata.
Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Lantik 6 Pejabat, Penyegaran Posisi di Lingkar Pemerintahan
“Kalau ditelusuri, itu hanya kompilasi atau kolase gambar yang tidak berkaitan langsung. Bahkan di akun aslinya sudah dijelaskan itu untuk entertainment, meski ada nuansa politik,” ujar Qodari.
Ia juga menyoroti bahaya penyebaran hoaks dan manipulasi konten berbasis AI, yang dinilai bisa menyesatkan siapa saja, termasuk tokoh publik.
Sebelumnya, Amien Rais mengunggah video berdurasi sekitar 8 menit di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (30/4/2026). Dalam video itu, ia juga menyinggung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Seskab Tedy yang dinilai melampaui batas profesional.
Baca Juga : IKM Dikukuhkan di Senayan, Gubernur Mahyeldi Sebut Energi Besar untuk Pembangunan Sumbar
Baca Juga : Halal Bihalal Berujung Tegang, Bupati dan Wakil Bupati Lebak Nyaris Ricuh di Hadapan ASN
Pernyataan tersebut kini menuai polemik luas dan memicu perdebatan publik, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi informasi di era digital.
