Iklan

Festival Minangkabau 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Mahyeldi: Budaya Jadi Motor Pariwisata dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026, 7:48:00 PM WIB Last Updated 2026-06-25T12:48:34Z

 

Pembukaan festival Minangkabau 2026

TANAH DATAR, politicnewss.id – Festival Minangkabau 2026 resmi dibuka di kawasan Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026). Pembukaan festival budaya terbesar di Sumatera Barat itu berlangsung meriah dan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa budaya Minangkabau bukan hanya warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga aset strategis yang mampu menciptakan peluang ekonomi, memperluas lapangan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Menurut Mahyeldi, Festival Minangkabau menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai tradisi dengan perkembangan zaman. Melalui festival ini, generasi muda diajak untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Minangkabau yang menjadi identitas masyarakat Sumbar.


"Hari ini kita berada di Luhak Nan Tuo, pusat peradaban Minangkabau. Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga upaya memperkuat jati diri dan kebanggaan terhadap warisan leluhur," ujarnya.


Festival Minangkabau 2026 kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) dan menjadi salah satu event unggulan yang diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara ke Sumatera Barat.


Beragam atraksi budaya ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan anak nagari tempo dulu, pameran benda pusaka, promosi desa wisata, hingga pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif.


Mahyeldi menilai kekayaan budaya yang ditampilkan membuktikan bahwa budaya Minangkabau terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Ia menegaskan, sektor pariwisata berbasis budaya harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan harus mampu menggerakkan UMKM, meningkatkan penjualan produk lokal, menghidupkan sektor transportasi, serta mendorong tingkat hunian penginapan dan hotel.


"Pariwisata budaya harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ketika wisatawan datang, ekonomi rakyat harus ikut tumbuh," tegasnya.


Gubernur juga mengungkapkan bahwa sektor pariwisata terus menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi Sumbar tercatat tumbuh 5,02 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan menjadi salah satu faktor yang turut mendorong pertumbuhan tersebut.


Selain penguatan event budaya, Pemprov Sumbar juga terus memperluas promosi digital melalui kolaborasi dengan influencer dan berbagai platform media guna memperkenalkan destinasi wisata serta kekayaan budaya Minangkabau ke tingkat nasional maupun internasional.


Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata RI, Nova Arisne, yang mewakili Menteri Pariwisata, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Minangkabau 2026. Menurutnya, festival ini menjadi momentum penting dalam mempercepat kebangkitan pariwisata Sumatera Barat sekaligus memperkuat posisi budaya Minangkabau sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif yang memiliki daya saing global.


Di sisi lain, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyebut Festival Minangkabau sebagai sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada dunia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan sektor pariwisata pascabencana serta menjaga warisan budaya Minangkabau dengan berpegang teguh pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.


"Melalui Festival Minangkabau, kita menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan tetap kokoh menjaga nilai-nilai adat dan agama sebagai pedoman kehidupan masyarakat," katanya.


Festival Minangkabau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku UMKM, seniman, dan seluruh pelaku pariwisata di Sumatera Barat.

Komentar

Tampilkan

  • Festival Minangkabau 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Mahyeldi: Budaya Jadi Motor Pariwisata dan Penggerak Ekonomi Rakyat
  • 0

Terkini