Iklan

Gubernur Mahyeldi Ingatkan Bahaya Pinjol dan Investasi Bodong, Literasi Keuangan Syariah Jadi Tameng Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026, 8:15:00 PM WIB Last Updated 2026-06-27T13:15:46Z
Gubernur Mahyeldi saat membuka Sharia Financial Talk (SHIFT) 2026, bagian dari rangkaian Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026


PADANG, politicnewss.id – Ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga penipuan digital yang kian marak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan syariah merupakan langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari berbagai jebakan finansial di era digital.


Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Sharia Financial Talk (SHIFT) 2026, bagian dari rangkaian Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026, yang berlangsung di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (27/6/2026).


Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah pola kehidupan masyarakat. Di satu sisi teknologi membuka peluang besar, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai modus kejahatan keuangan yang menyasar masyarakat, khususnya generasi muda.


"Anak-anak muda harus memiliki bekal literasi keuangan yang kuat. Jangan hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga harus cerdas dalam mengelola keuangan agar tidak menjadi korban investasi ilegal, pinjaman online ilegal maupun berbagai bentuk penipuan digital," tegasnya.


Ia menjelaskan, pemahaman mengenai keuangan syariah akan membantu generasi muda membangun kebiasaan mengelola pendapatan, menabung, hingga berinvestasi secara sehat sesuai prinsip-prinsip syariah. Dengan bekal tersebut, mereka diyakini lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks.


Mahyeldi juga menilai peningkatan literasi keuangan syariah merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan siap memanfaatkan bonus demografi Indonesia.


Tak hanya itu, Gubernur juga mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda di Sumatera Barat. Menurutnya, semangat berwirausaha merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.


Ia mengungkapkan, tingkat kewirausahaan di Indonesia hingga kini masih berada pada kisaran satu digit. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk tampil sebagai pelaku usaha yang inovatif dan berdaya saing.


Mahyeldi menambahkan, konsep ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan sangat sejalan dengan falsafah masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, penguatan ekonomi syariah dinilai bukan hanya berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang jujur dan bertanggung jawab.


Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan menjadi modal utama untuk melahirkan generasi yang dipercaya dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.


Sementara itu, Chief Executive Officer BeraniKarya.id, Reza Firmansyah HSB, mengatakan pihaknya terus membangun ekosistem kepemudaan berbasis ekonomi syariah melalui berbagai program pemberdayaan. BeraniKarya.id hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, serta memperluas dampak positif bagi masyarakat.


Reza menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang dijalankan, yakni peningkatan literasi ekonomi syariah, pengembangan kapasitas generasi muda melalui pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan sosial yang melibatkan berbagai komunitas dan lembaga.


Melalui penyelenggaraan SHIFT 2026, berbagai pihak berharap literasi dan inklusi keuangan syariah di Sumatera Barat semakin meningkat. Kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, hingga kalangan muda diharapkan mampu melahirkan generasi yang melek finansial, berjiwa entrepreneur, serta menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berlandaskan nilai-nilai syariah dan kearifan lokal.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Ingatkan Bahaya Pinjol dan Investasi Bodong, Literasi Keuangan Syariah Jadi Tameng Generasi Muda
  • 0

Terkini