Iklan

Jejak PDRI Jadi Modal Kuat, Sumbar Diusulkan Raih Status Daerah Istimewa

Minggu, 21 Juni 2026, 9:37:00 PM WIB Last Updated 2026-06-21T14:37:33Z
Wagub Sumbar Vasko dan Menteri Kebudayaan Fadly Zon

BUKITTINGGI, politicnewss.id – Gagasan besar untuk masa depan Sumatera Barat menggema dari pelataran Jam Gadang saat perayaan puncak HUT ke-100 ikon kebanggaan Ranah Minang itu, Sabtu malam (20/6/2026). Di hadapan ribuan masyarakat dan tokoh nasional, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, secara terbuka mengusulkan agar Sumbar mendapatkan status sebagai Daerah Istimewa.


Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam momentum Jam Gadang Cultural Night 2026 yang menjadi penutup rangkaian perayaan satu abad Jam Gadang. Menurut Vasko, Sumatera Barat memiliki jejak sejarah yang sangat besar dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia sehingga layak memperoleh pengakuan khusus dari negara.


“Dari tanah yang sarat sejarah ini, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi Daerah Istimewa. Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawal perjuangan ini,” ujar Vasko yang disambut antusias para tamu undangan.


Vasko menegaskan, kontribusi Sumbar terhadap perjalanan bangsa bukan sekadar catatan sejarah biasa. Saat Republik Indonesia berada di titik paling kritis akibat Agresi Militer Belanda, Bukittinggi tampil sebagai penyelamat bangsa melalui keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).


Menurutnya, keberadaan PDRI menjadi bukti nyata bahwa Sumatera Barat pernah memegang peranan vital dalam menjaga keberlangsungan negara. Karena itu, sudah sepantasnya jasa besar daerah ini mendapatkan penghargaan yang sepadan.


“Bukittinggi pernah menjadi pusat pemerintahan Indonesia pada masa yang sangat menentukan. Dari kota inilah semangat mempertahankan kemerdekaan terus menyala ketika republik berada dalam ancaman,” katanya.


Wagub Sumbar itu juga optimistis perjuangan menjadikan Sumbar sebagai Daerah Istimewa dapat diwujudkan apabila seluruh tokoh, masyarakat, dan perantau Minang memiliki visi yang sama serta komitmen kuat untuk memperjuangkannya.


Dukungan pun datang dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Ia menilai usulan tersebut memiliki dasar historis yang kuat dan layak untuk diperjuangkan melalui kajian yang serius serta mekanisme yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.


“Saya mendukung gagasan ini. Menurut saya sangat pantas karena daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” tegas Fadli.


Ia menambahkan, sejarah mencatat Bukittinggi pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara. Keberadaan PDRI saat itu menjadi faktor penentu yang menjaga eksistensi Indonesia di mata dunia internasional.


“PDRI adalah salah satu tonggak paling penting dalam sejarah bangsa. Jika saat itu tidak ada PDRI, perjalanan Republik Indonesia tentu akan sangat berbeda. Peran Bukittinggi dalam menjaga NKRI tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya.


Momentum Jam Gadang Cultural Night 2026 tidak hanya menjadi perayaan satu abad berdirinya Jam Gadang, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap besarnya kontribusi Bukittinggi dan Sumatera Barat dalam perjalanan bangsa. Melalui berbagai pertunjukan seni budaya dan penguatan nilai-nilai sejarah, masyarakat diajak kembali mengenang peran strategis Ranah Minang dalam menjaga keutuhan republik.


Menguatnya dukungan terhadap usulan tersebut memunculkan optimisme baru bahwa pengakuan atas jasa dan peran historis Sumatera Barat dapat terus diperjuangkan. Wacana menjadikan Sumbar sebagai Daerah Istimewa kini mulai menjadi perbincangan hangat yang berpotensi membuka babak baru dalam perjalanan daerah yang pernah menjadi benteng penyelamat republik.

Komentar

Tampilkan

  • Jejak PDRI Jadi Modal Kuat, Sumbar Diusulkan Raih Status Daerah Istimewa
  • 0

Terkini