Iklan

Zakat Produktif Bangkitkan Ekonomi Nagari, Gubernur Mahyeldi Resmikan Kampung Zakat Ampalu Senilai Rp1,9 Miliar

Kamis, 09 Juli 2026, 10:20:00 PM WIB Last Updated 2026-07-09T15:20:30Z
Gubernur Mahyeldi saat meresmikan kampung zakat Nagari Ampalu

LIMA PULUH KOTA, politicnewss.id – Upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui zakat produktif terus diperkuat di Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi meluncurkan Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Zakat di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (9/7/2026).


Program hasil kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, serta sejumlah mitra tersebut digadang-gadang menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat yang berkelanjutan.


Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai bantuan sosial, tetapi harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.


"Hari ini kita bukan sekadar meresmikan Kampung Zakat, tetapi membangun harapan baru bagi masyarakat. Zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu melahirkan usaha-usaha produktif dan meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Mahyeldi.


Nagari Ampalu dipilih sebagai Kampung Zakat dengan menjadikan usaha tenun tradisional sebagai sektor unggulan. Menurut Mahyeldi, tenun memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi warisan budaya Minangkabau yang harus terus dikembangkan agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.


Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, menghadirkan inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran. Pemerintah, kata Mahyeldi, siap membuka akses pasar agar produk tenun Ampalu semakin dikenal dan memberikan nilai tambah bagi para pengrajin.


Gubernur juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Potensi dana umat di Sumatera Barat dinilai sangat besar apabila dikelola secara profesional untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan.


"Harapan kita, para penerima manfaat tidak selamanya menjadi mustahik. Dengan usaha yang berkembang, mereka dapat bertransformasi menjadi muzakki sehingga zakat benar-benar mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat," tegasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEC., Ak., CPA, mengungkapkan bahwa Program Kampung Zakat Ampalu mendapat dukungan anggaran hampir Rp1,9 miliar.


Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hingga pemberdayaan kelompok penenun melalui Program Zakat Community Development.


"Khusus sektor tenun, kami menghadirkan peralatan produksi yang lebih modern, pelatihan keterampilan, pembangunan fasilitas produksi, hingga sistem pembayaran upah sejak awal proses produksi. Tujuannya meningkatkan produktivitas, menaikkan pendapatan pengrajin, dan membuka peluang ekspor melalui jaringan yang dimiliki BAZNAS RI," jelas Mahdum.


Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, menegaskan pemerintah daerah siap mengawal keberlanjutan Program Kampung Zakat melalui penguatan produk unggulan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.


Pada kesempatan yang sama, PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh turut menyerahkan bantuan pemasangan listrik gratis kepada tujuh rumah tangga kurang mampu di kawasan Kampung Zakat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Peluncuran Kampung Zakat Ampalu turut dihadiri jajaran BAZNAS RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, BAZNAS kabupaten/kota se-Sumatera Barat, PLN UP3 Payakumbuh, serta tokoh masyarakat dan Wali Nagari Ampalu.


Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, Kampung Zakat Ampalu diharapkan menjadi contoh sukses pemanfaatan zakat produktif dalam membangun ekonomi masyarakat, melestarikan budaya lokal, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Komentar

Tampilkan

  • Zakat Produktif Bangkitkan Ekonomi Nagari, Gubernur Mahyeldi Resmikan Kampung Zakat Ampalu Senilai Rp1,9 Miliar
  • 0

Terkini