Iklan

Dari Anak Buruh Angkut hingga Jadi Gubernur, Kisah Mahyeldi Menggugah Semangat Siswa Sekolah Rakyat Dharmasraya

Sabtu, 01 Agustus 2026, 8:21:00 PM WIB Last Updated 2026-08-01T13:21:34Z

 

Gubernur Mahyeldi saat membakar semangat ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi

DHARMASRAYA, politicnewss.id – Kisah hidup Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah sukses menyentuh hati sekaligus membakar semangat ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya. Berasal dari keluarga sederhana dengan ayah seorang buruh angkut pasar, Mahyeldi membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita tertinggi.


Momen penuh inspirasi itu terjadi saat kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SRT 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Jumat (31/7/2026). Di hadapan ratusan siswa, guru, dan orang tua, Mahyeldi mengajak para pelajar menanamkan keyakinan bahwa masa depan ditentukan oleh semangat belajar, kerja keras, dan doa.


Suasana aula pun berubah menjadi penuh energi ketika Mahyeldi mengajak seluruh siswa mengepalkan tangan sebagai simbol tekad untuk menggapai impian.


"Sekolah Rakyat 3 Dharmasraya!" seru Mahyeldi.


"Kami siap sungguh-sungguh!" jawab para siswa serempak dengan suara menggema.


Yel-yel itu diulang beberapa kali hingga membangkitkan rasa percaya diri para peserta didik yang baru memulai perjalanan pendidikan mereka.


Dalam arahannya, Mahyeldi mengingatkan bahwa generasi muda Sumatera Barat mewarisi semangat perjuangan tokoh-tokoh besar bangsa yang berasal dari Ranah Minang.


"Dalam diri ananda semua mengalir darah para pejuang. Darah Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Tan Malaka, dan tokoh besar lainnya. Jangan pernah merasa rendah diri. Kalian juga bisa menjadi gubernur, presiden, dokter, tentara, polisi, jaksa, maupun profesi hebat lainnya," ujarnya.


Mahyeldi juga mengajak para siswa mengenang sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang turut melintasi wilayah Dharmasraya. Menurutnya, semangat perjuangan itu harus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menjaga keutuhan bangsa.


"Kalau tidak ada perjuangan PDRI yang bergerilya hingga melewati Dharmasraya, sejarah Indonesia tentu akan berbeda. Kalian adalah pewaris semangat perjuangan itu," katanya.


Di tengah penyampaian motivasinya, Mahyeldi membagikan kisah hidup yang sarat perjuangan. Ia menceritakan ayahnya bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sementara sang ibu yang memiliki keterbatasan fisik tetap menjahit demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.


"Ayah saya seorang buruh angkut di pasar. Ibu saya memiliki keterbatasan fisik, tetapi tetap bekerja keras. Kami tujuh bersaudara dan enam orang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Jadi tidak ada alasan menyerah hanya karena berasal dari keluarga sederhana," ungkapnya.


Ia juga mengisahkan pernah menjalani kehidupan sebagai perantau dan bekerja sebagai tukang becak sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan dan dipercaya memimpin Sumatera Barat.


"Tidak ada hambatan untuk menjadi sukses. Yang paling penting adalah semangat belajar, kerja keras, doa, dan dukungan orang tua," tutur Mahyeldi yang disambut tepuk tangan hadirin.


Kepada para guru, Mahyeldi berpesan agar mendidik setiap anak dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang, karena pendidikan bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter calon pemimpin bangsa.


Sementara kepada para orang tua, ia mengajak agar terus memberikan doa, perhatian, dan dukungan kepada anak-anak selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.


"Jangan pernah lelah memberi semangat kepada anak-anak kita. Ketika mereka berhasil, kebahagiaan itu juga akan kembali kepada orang tuanya," pesannya.


Mahyeldi optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya akan menjadi salah satu pusat lahirnya generasi unggul di Sumatera Barat. Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, dan keluarga, ia yakin sekolah tersebut mampu mencetak anak-anak berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.


"Insyaallah, dari Sekolah Rakyat ini akan lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," tutup Mahyeldi.

Komentar

Tampilkan

  • Dari Anak Buruh Angkut hingga Jadi Gubernur, Kisah Mahyeldi Menggugah Semangat Siswa Sekolah Rakyat Dharmasraya
  • 0

Terkini