![]() |
| Bupati Annisa saat menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang kekeringan |
DHARMASRAYA, politicnewss.id — Musim kemarau mulai dirasakan cukup berat oleh masyarakat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Sebanyak 106 jorong yang berada di 25 nagari dan 10 kecamatan dilaporkan mengalami kekeringan hingga kesulitan mendapatkan air bersih.
Berdasarkan data yang diterima Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya hingga Kamis malam, kondisi tersebut berdampak terhadap 13.554 kepala keluarga (KK).
Dari 11 kecamatan di Dharmasraya, hanya Kecamatan Sembilan Koto yang sejauh ini belum melaporkan adanya wilayah yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak melakukan penanganan. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani membentuk Satgas Penanganan Kemarau yang difokuskan untuk menangani berbagai dampak musim kering, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Sejumlah wilayah telah mulai mendapatkan bantuan air bersih. Dalam beberapa hari terakhir, distribusi dilakukan ke Gunung Selasih, Pulau Punjung dan Koto Gadang.
Distribusi kemudian dilanjutkan pada Jumat (11/9/2026) ke Ampang Kuranji, Taratak Tinggi dan Sikabau.
Bantuan air bersih juga diarahkan ke Koto Ranah, Koto Laweh, Siguntur, Sungai Duo, Tabek Koto Gadang, Koto Baru, Tebing Tinggi, Panyubarangan, Kurnia Selatan, Batu Rijal, Gunung Medan, Ranah Palabi, Koto Tuo Siguntur hingga Sungai Kambut.
Bupati Annisa meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait melakukan pemantauan dan pendataan setiap hari terhadap wilayah yang terdampak. Menurutnya, data terbaru sangat penting untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Pendataan dilakukan setiap hari agar perkembangan kondisi di lapangan dapat diketahui dan kebutuhan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, mulai Jumat (11/9), pemerintah daerah mengerahkan sejumlah armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke kawasan yang mengalami kekurangan pasokan.
"Untuk sementara ada empat unit mobil tangki dari Pemda, 10 unit dari balai dan dua unit dari provinsi yang akan dikerahkan untuk membantu distribusi air kepada masyarakat," katanya.
Upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. Pemkab Dharmasraya juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah yang membutuhkan sumber air.
Di saat yang sama, pemerintah daerah juga menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk mendapatkan tambahan armada mobil tangki. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi air bersih selama musim kemarau.
Annisa mengatakan, penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus diperkuat agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat ditangani secara cepat.
"Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Pemkab Dharmasraya memastikan penanganan akan terus disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan. Pendataan harian akan menjadi acuan untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas distribusi air bersih sekaligus menentukan kebutuhan bantuan sumber air lainnya.
