Iklan

Perubahan Zaman Makin Cepat, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Minta Sekolah Perkuat Karakter dan Kompetensi

Rabu, 09 September 2026, 10:34:00 AM WIB Last Updated 2026-09-09T03:34:11Z

 

Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Wakil Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat

PADANG, politicnewss.id — Tantangan dunia pendidikan semakin kompleks seiring cepatnya perubahan teknologi, perkembangan dunia kerja, hingga masuknya berbagai pengaruh budaya global. Kondisi tersebut menuntut sekolah tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga mampu beradaptasi, berkarakter, dan memiliki akhlak yang kuat.


Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Wakil Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat, Rabu (9/9/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Muhidi menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di lingkungan pendidikan. Karena itu, wakil kepala sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang positif.


Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara atau menyampaikan kebijakan. Pemimpin harus mampu menunjukkan keteladanan melalui tindakan sehari-hari.


“Dalam teori pendidikan, orang lebih mudah melihat kenyataan daripada sekadar mendengar perkataan. Karena itu, kepemimpinan harus menjadi contoh. Pemimpin harus lebih banyak berbuat daripada berkata,” ujar Muhidi.


Ia mengatakan, keteladanan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti kedisiplinan, ketepatan waktu, menjaga kebersihan, serta membangun budaya kerja yang baik di lingkungan sekolah.


Muhidi juga mengingatkan para wakil kepala sekolah agar memiliki visi dan misi yang jelas dalam menjalankan kepemimpinan. Setiap tahun, sekolah perlu memiliki target yang terukur sekaligus mengevaluasi capaian yang telah dilakukan.


“Kalau kita ingin menjalankan kepemimpinan, kita harus memahami apa itu kepemimpinan. Sekolah harus punya visi dan misi, kemudian jelas setiap tahunnya apa target dan capaian yang ingin dicapai,” katanya.


Lebih jauh, Muhidi menilai dunia pendidikan saat ini berada dalam fase perubahan yang sangat cepat. Sekolah dituntut menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan.


“Kita tidak hanya membutuhkan orang yang cerdas dan hebat, tetapi juga orang yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sebagai pemimpin pendidikan, kita harus memahami perubahan itu dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapinya,” tuturnya.


Ia menambahkan, tantangan generasi muda ke depan akan semakin beragam. Globalisasi membuat persaingan tenaga kerja semakin terbuka, sementara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat.


Di sisi lain, perubahan budaya juga berpotensi menggeser nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Muhidi mendorong pendidikan di Sumbar tetap berpijak pada nilai adat, agama, dan kebangsaan, sembari membekali peserta didik dengan wawasan global.


“Adat kita adalah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai-nilai ini jangan sampai kita tinggalkan. Kita ingin anak-anak kita cerdas, tetapi juga mampu memuliakan dan menghargai orang lain,” katanya.


Menurut Muhidi, Sumatera Barat memiliki banyak tokoh yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, seperti Mohammad Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka, dan sejumlah tokoh lainnya yang dikenal memiliki prinsip serta kontribusi besar bagi bangsa.


Ia berharap nilai-nilai keteladanan tersebut dapat terus diwariskan melalui dunia pendidikan.


Dalam menghadapi masa depan, Muhidi juga mendorong sekolah memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik. Penguasaan teknologi serta literasi digital juga dinilai menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan.


Khusus pendidikan vokasi, ia mengingatkan bahwa dunia kerja ke depan akan semakin menitikberatkan pada kompetensi. Lulusan SMK tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus memiliki keterampilan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.


“Tantangannya cukup besar. Dunia kerja ke depan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi yang dimiliki. Karena itu, kita harus memberikan kesadaran kepada peserta didik sejak dini mengenai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.


Sementara itu, Kabid PGTK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Monica M Nur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan angkatan kedua Bimtek bagi wakil kepala sekolah.


Menurut Monica, wakil kepala sekolah merupakan salah satu ujung tombak kepemimpinan di satuan pendidikan karena berhadapan langsung dengan peserta didik maupun masyarakat sekolah.


“Banyak sekali persoalan sekolah yang harus dihadapi. Bapak dan ibu adalah bagian penting dari kepemimpinan di sekolah. Wakil kepala sekolah juga langsung terjun berinteraksi dengan murid dan masyarakat sekolah,” kata Monica.


Ia menegaskan, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah. Lebih dari itu, perhatian utama harus diarahkan pada pembangunan manusia.


“Kita harus fokus pada pembangunan manusia, bukan hanya pembangunan fisik,” ujarnya.

Komentar

Tampilkan

  • Perubahan Zaman Makin Cepat, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Minta Sekolah Perkuat Karakter dan Kompetensi
  • 0

Terkini