Iklan

Momentum Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Kesejahteraan Nyata

Selasa, 28 April 2026, 12:33:00 PM WIB Last Updated 2026-05-02T00:41:38Z
Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat menghadiri upacara peringatan otonomi daerah 

PADANG, politicnewss.id - Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Sumatera Barat menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengingatkan pentingnya memastikan otonomi daerah berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhidi usai menghadiri upacara di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4). Ia menilai, masih banyak daerah yang belum optimal memanfaatkan kewenangan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga : FWP Sumbar Studi Tiru ke DPRD Riau, Kupas Tuntas Pola Kerja Sama Media

Baca Juga : DPRD dan Pemprov Sumbar Temui 41 Perusahaan Sawit, Dorong Optimalisasi PAD dari Pajak Air Permukaan

“Jangan sampai otonomi hanya berhenti di atas kertas. Rakyat butuh bukti nyata, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi,” tegasnya.

Muhidi menyoroti tiga sektor krusial yang dinilai masih perlu dorongan serius, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan. Ia menekankan, pelayanan kesehatan harus merata dan terjangkau, bukan hanya terpusat di kota-kota besar.

Di sektor pendidikan, ia meminta pemerintah daerah mempercepat pemerataan akses, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas guru, hingga digitalisasi pembelajaran yang belum merata.

Tak kalah penting, sektor ekonomi lokal—terutama UMKM—harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, penguatan kewirausahaan dan perluasan investasi akan menjadi kunci pembukaan lapangan kerja baru di Sumatera Barat.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kalau ini tidak diperkuat, maka kesejahteraan sulit tercapai,” ujarnya.

Muhidi juga mengkritisi pola birokrasi yang masih berorientasi pada serapan anggaran, bukan hasil nyata. Ia menegaskan reformasi birokrasi harus berbasis outcome, yakni dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, Gubernur Sumbar Mahyeldi yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Menteri Dalam Negeri. Dalam sambutan itu ditegaskan bahwa otonomi daerah memiliki peran strategis dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga : Ketua DPRD Sumbar Muhidi Jemput Aspirasi Disabilitas, Tekankan RKPD 2027 Sumbar Harus Inklusif

Baca Juga : Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong UMKM Naik Kelas, Bimtek Pluzi Academy Resmi Dibuka

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menjadi pengingat penting agar pemerintah daerah lebih responsif, mandiri, dan mampu memberikan dampak nyata.

Sejumlah fokus utama juga ditegaskan, mulai dari sinkronisasi perencanaan dan anggaran, peningkatan kemandirian fiskal, hingga penguatan kolaborasi antardaerah.

Usai upacara, Mahyeldi menegaskan bahwa esensi otonomi daerah bukan sekadar kewenangan, melainkan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.





Komentar

Tampilkan

  • Momentum Hari Otonomi Daerah ke-30, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Kesejahteraan Nyata
  • 0

Terkini