![]() |
| DPRD Sumbar saat hearing dengan DPD pemuda peduli negeri |
PADANG, politicnewss.id — Pembangunan sebuah bangunan yang diduga menyerupai kelenteng di kawasan wisata Mandeh, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, memicu perhatian dan perdebatan di tengah masyarakat. Persoalan itu kini resmi menjadi perhatian DPRD Sumatera Barat setelah aspirasi warga disampaikan dalam audiensi di gedung dewan, Selasa (13/5/2026).
Audiensi tersebut dipimpin Ketua DPRD Sumbar Muhidi bersama jajaran Komisi V, di antaranya Lazuardi, Mario Syahjohan, Zakzai Kasni, dan Sri Komala Dewi. Hadir pula sejumlah OPD dari Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam forum itu, DPRD Sumbar menegaskan bahwa pembangunan dan investasi di Ranah Minang harus berjalan selaras dengan aturan hukum, kondisi sosial masyarakat, serta nilai budaya yang menjadi identitas Sumatera Barat.
Muhidi menyebut, filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang telah diakui dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 menjadi pedoman penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan di daerah.
“Sumatera Barat terbuka terhadap investasi, tetapi seluruh pihak juga harus menghormati nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat. Jangan sampai pembangunan menimbulkan keresahan di tengah warga,” ujar Muhidi.
Ia menilai komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat sangat penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
DPRD Sumbar juga meminta seluruh pihak menahan diri sambil menunggu kejelasan administrasi dan hasil koordinasi bersama terkait pembangunan tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Sumbar, Mario Syahjohan, memastikan pihaknya segera mengambil langkah lanjutan dengan menyurati Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan pihak investor guna meminta penjelasan resmi.
“Kami ingin masalah ini diselesaikan secara bijaksana dan sesuai aturan. Aspirasi masyarakat akan tetap kami kawal agar situasi tetap kondusif,” tegas Mario.
Polemik pembangunan di kawasan Mandeh itu kini menjadi perhatian publik, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan Sumatera Barat yang terus berkembang dan ramai dikunjungi wisatawan.
