Iklan

Gubernur Mahyeldi Turun Langsung ke Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Jangan Cari Nafkah dengan Mengorbankan Nyawa

Selasa, 19 Mei 2026, 9:01:00 PM WIB Last Updated 2026-05-30T06:45:17Z
Gubernur Mahyeldi saat turun langsung ke lokasi tambang ilegal

SIJUNJUNG, politicnewss.id  — Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Sijunjung kembali menjadi sorotan serius setelah rentetan kecelakaan maut menewaskan para penambang. Menyikapi kondisi itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung ke lokasi tambang ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Selasa (19/5/2026).


Didampingi Wakil Bupati Sijunjung dan jajaran OPD Pemprov Sumbar, Mahyeldi meninjau aktivitas tambang emas rakyat yang beroperasi menggunakan ratusan box talang di atas ponton sepanjang aliran sungai. Di hadapan para penambang, Mahyeldi secara tegas meminta masyarakat segera mengurus legalitas tambang agar aktivitas ekonomi tidak terus dibayangi ancaman maut.


“Kalau belum punya izin, segera urus izinnya. Pemerintah sudah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kita dorong penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan sesuai aturan,” tegas Mahyeldi.


Baca Juga : Batagak Pangulu di Bukittinggi, Gubernur Mahyeldi Soroti Krisis Moral Generasi Muda Minangkabau


Baca Juga : Gebyar Gebu Minang Padati CFD Padang, Gubernur Mahyeldi: UMKM Raup Berkah, Ekonomi Bergerak


Menurutnya, pemerintah tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang justru mempertaruhkan keselamatan jiwa dan merusak lingkungan sekitar.


“Jangan mencari nafkah dengan mengorbankan nyawa. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Mahyeldi saat berdialog langsung dengan penambang.


Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi juga menemukan aktivitas tambang ilegal masih berlangsung masif di sejumlah titik lain di sekitar kawasan sungai. Kondisi itu memperlihatkan praktik PETI di Sijunjung belum sepenuhnya terkendali meski berulang kali memicu bencana dan korban jiwa.


Usai meninjau lokasi tambang aktif, Mahyeldi bergerak menuju lokasi longsor tambang ilegal di Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII. Lokasi itu sebelumnya menjadi titik tragedi longsor tambang pada Rabu (13/5/2026) yang menewaskan sembilan penambang emas.


Musibah terjadi saat para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan di kawasan tanpa izin. Longsor tiba-tiba menimbun para pekerja, sementara banjir di aliran sungai sekitar lokasi juga menghanyutkan puluhan ponton dan peralatan tambang milik warga.


Sembilan penambang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi tersebut.


Baca Juga : Bank Nagari Masuk Daftar Bank Terbaik Dunia Versi Forbes, Gubernur Mahyeldi Beri Apresiasi Tinggi


Baca Juga : Menaker RI Tiba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Sambut Langsung di BIM untuk Misi Pemulihan Pascabencana


Dalam kunjungannya, Mahyeldi turut melayat ke rumah duka salah seorang korban, Madi (24), warga Jorong Koto, Nagari Padang Laweh. Kepada keluarga korban, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus berharap tragedi serupa tidak kembali terulang.


“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Pemerintah ingin masyarakat tetap bisa bekerja, tetapi harus dengan cara yang legal, aman, dan tidak membahayakan nyawa,” katanya.

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Turun Langsung ke Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Jangan Cari Nafkah dengan Mengorbankan Nyawa
  • 0

Terkini