Iklan

MANTAPS! Strap Tas Wastra Meledak di 2026, Warisan Leluhur Disulap Jadi Fashion Paling Diburu

Senin, 04 Mei 2026, 8:20:00 PM WIB Last Updated 2026-05-30T07:21:55Z

 

Strap Tas Wastra, karya kreatif berbasis kain tradisional Nusantara

Tasikmalaya, politicnewss.id — Di tengah derasnya arus tren global yang silih berganti, sebuah inovasi berbasis budaya justru mencuri perhatian publik. Strap Tas Wastra, karya kreatif berbasis kain tradisional Nusantara, kini menjelma menjadi aksesori fashion paling diburu di tahun 2026.


Di balik gebrakan ini, sosok Ny. Dyah Fandy Dharmawan tampil sebagai motor penggerak. Baginya, wastra bukan sekadar kain warisan, melainkan identitas hidup yang harus terus relevan. Lewat tangan kreatifnya, kain tenun dan songket yang sarat filosofi disulap menjadi strap tas modern yang elegan, fungsional, dan berkelas.


Menggabungkan motif etnik yang eksotis dengan material kekinian seperti kulit sapi vegan premium, produk ini berhasil menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat urban tanpa meninggalkan akar budaya. Hasilnya? Sebuah produk yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai cerita dan karakter kuat.


Baca Juga : Atlet Polda Sumbar Bersinar di Kancah Dunia, Gubernur Mahyeldi: Pembinaan Harus Makin Diperkuat


Baca Juga : Hardiknas 2026, 109 Guru dan Tenaga Kependidikan Sumbar Terima Penghargaan dari Gubernur


Nama Ny. Dyah Fandy Dharmawan sendiri sudah tidak asing di kalangan UMKM. Sebagai Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif 321 Cabang XI Brigif 13 Kostrad, ia dikenal aktif mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya. Inspirasi karyanya pun tak lepas dari dedikasi Ibu Herawati Boediono, yang menjadi figur penting dalam perjalanan kreatifnya.


Strap Wastra Nusantara dirancang fleksibel—cocok digunakan dalam acara formal kedinasan hingga gaya santai akhir pekan. Hal ini membuatnya cepat diterima pasar, terutama kalangan pecinta fashion yang mengedepankan nilai autentik.


Tak hanya itu, dukungan juga datang dari Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Ny. Ira Fkri Musmar, yang secara langsung mencoba produk tersebut dan memberikan apresiasi atas kualitas serta nilai seninya.


Baca Juga : Tanam Serempak 50 Ribu Hektare, Pemerintah Percepat Pemulihan Sawah Terdampak Bencana di Sumbar


Baca Juga : Jam Gadang dan Jejak PDRI Didorong Mendunia, Menpar Terkesan Pesona Bukittinggi


Puncak eksposur karya ini akan terlihat dalam ajang nasional “Persit Bisa 2”, yang digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Bertempat di Kartika Expo Booth 18, pameran ini akan menghadirkan beragam produk unggulan UMKM binaan Persit Kartika Chandra Kirana dari seluruh Indonesia, lengkap dengan talkshow inspiratif, fashion show, hingga pagelaran seni.


Fenomena Strap Tas Wastra menjadi bukti bahwa warisan leluhur tidak harus terjebak di masa lalu. Dengan inovasi dan keberanian beradaptasi, tradisi justru bisa menjadi kekuatan utama dalam menembus pasar modern—bahkan menjadi tren.

Komentar

Tampilkan

  • MANTAPS! Strap Tas Wastra Meledak di 2026, Warisan Leluhur Disulap Jadi Fashion Paling Diburu
  • 0

Terkini