Iklan

Tanam Serempak 50 Ribu Hektare, Pemerintah Percepat Pemulihan Sawah Terdampak Bencana di Sumbar

Kamis, 30 April 2026, 8:09:00 PM WIB Last Updated 2026-04-30T13:09:43Z
Gubernur Sumbar saat penanaman serentak 

AGAM, politicnewss.id — Pemerintah terus mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan secara nasional di 25 provinsi, termasuk Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (30/4/2026).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung melakukan penanaman padi di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.

Mahyeldi menyebutkan, total lahan terdampak bencana di Sumbar mencapai sekitar 7.000 hektare, dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang seluas 3.902 hektare. Hingga saat ini, progres rehabilitasi telah mencapai 62 persen, sementara lahan yang sudah kembali ditanami hampir 50 persen.

Baca Juga : Dampingi Menteri Pariwisata, Gubernur Mahyeldi Genjot Mentawai dan Siapkan Kebangkitan Event Internasional

Baca Juga : Hadiri Paripurna DPRD, Gubernur Mahyeldi Tekankan Sinergi Hadapi Tantangan Pembangunan Sumbar

“Percepatan tanam terus kita dorong agar lahan yang telah dipulihkan segera kembali produktif dan tidak terbengkalai, sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga,” ujar Mahyeldi.

Selain pemulihan, Pemprov Sumbar juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan dengan memetakan wilayah rawan, guna memastikan musim tanam dan panen tidak terganggu.

Program tanam serempak ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus mendukung target swasembada beras di tengah tantangan perubahan iklim.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya percepatan penanaman pada lahan yang telah siap.

Ia menjelaskan, total 50.000 hektare lahan yang ditanami terdiri dari 5.000 hektare Cetak Sawah Rakyat (CSR), 43.000 hektare Optimasi Lahan (Oplah), serta lahan terdampak bencana yang telah direhabilitasi.

“Lahan yang sudah siap harus segera ditanami agar tetap produktif dan tidak kembali ditumbuhi semak,” tegasnya.

Bupati Agam, Benni Warlis, menambahkan bahwa pemulihan lahan di daerahnya masih menghadapi tantangan, terutama ancaman longsor susulan dan sedimentasi saat hujan deras.

Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak di Agam, sebagian telah kembali ditanami dan kini memasuki usia tanam sekitar satu bulan. Proses rehabilitasi dilakukan melalui pola padat karya dengan skema bantuan yang langsung disalurkan ke rekening kelompok tani.

“Pengelolaan dilakukan langsung oleh kelompok tani, sehingga perputaran ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Agam masih membutuhkan tambahan alat berat, khususnya ekskavator mini, untuk mempercepat penanganan jika terjadi sedimentasi ulang pada lahan yang telah diperbaiki.

Baca Juga : Gubernur Mahyeldi Buka Seleksi Kafilah MTQ, Sumbar Siapkan Wakil Terbaik ke Semarang

Baca Juga : Otonomi Daerah 30 Tahun, Gubernur Mahyeldi Tekankan Inovasi dan Kemandirian Fiskal

Dengan percepatan ini, Sumbar diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan dan tetap berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.

Komentar

Tampilkan

  • Tanam Serempak 50 Ribu Hektare, Pemerintah Percepat Pemulihan Sawah Terdampak Bencana di Sumbar
  • 0

Terkini