Iklan

Gubernur Mahyeldi Serukan Gerakan Bersama Lindungi Anak, Suara Generasi Muda Jadi Arah Pembangunan Sumbar Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 26 Juli 2026, 3:19:00 PM WIB Last Updated 2026-07-28T04:24:36Z

 

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026

PADANG, politicnewss.id – Semangat memperjuangkan hak anak menggema di halaman Istana Gubernuran Sumatera Barat saat ribuan anak dari berbagai daerah mengikuti Festival Anak Sumbar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Minggu (26/7/2026). Momentum tersebut menjadi ajakan kuat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama demi melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas anak-anak yang dipersiapkan sejak hari ini. Karena itu, menurutnya, pemenuhan hak anak tidak cukup hanya menjadi slogan dalam peringatan tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada anak, lingkungan yang aman, serta dukungan nyata dari seluruh lapisan masyarakat.


"Kalau kita benar-benar mencintai bangsa, negara, dan daerah ini, maka perhatian terbaik harus diberikan kepada anak-anak. Apa yang mereka sampaikan hari ini harus menjadi bagian dari agenda pembangunan Sumatera Barat ke depan," ujar Mahyeldi.


Festival Anak Sumbar tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" dan dihadiri Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Rini Handayani, bersama jajaran pemerintah daerah, organisasi perempuan, akademisi, dunia usaha, serta sekitar 1.500 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Dalam kesempatan tersebut, Forum Anak Sumbar menyampaikan 15 poin Suara Anak yang berisi berbagai aspirasi penting, mulai dari penyediaan ruang bermain ramah anak, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, pencegahan perkawinan usia anak, pendidikan yang inklusif, transportasi sekolah yang aman, hingga perlindungan anak di ruang digital.


Mahyeldi menilai seluruh aspirasi tersebut merupakan gambaran nyata kebutuhan anak-anak yang harus menjadi perhatian bersama.


"Suara anak bukan sekadar harapan, tetapi menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merancang pembangunan yang benar-benar berpihak kepada generasi penerus," katanya.


Di sisi lain, Gubernur juga mengungkapkan hasil awal Program PANTAU SUMBAR (Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045) yang menunjukkan masih besarnya tantangan perlindungan anak di daerah. Dari sekitar 12 ribu anak yang disurvei, sebanyak 21 persen mengaku pernah mengalami kekerasan. Data tersebut juga menunjukkan masih banyak anak yang merasakan kesepian, kehilangan harapan, bahkan sebagian memiliki kecenderungan untuk mengakhiri hidup.


"Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga seluruh pemangku kepentingan," tegas Mahyeldi.


Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat berbagai program perlindungan anak, di antaranya pengembangan Sekolah Rakyat, pendidikan jarak jauh, penyediaan transportasi sekolah yang aman, penguatan kawasan tanpa asap rokok, peningkatan kualitas pengasuhan keluarga, perluasan ruang publik ramah anak, serta percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).


Sementara itu, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI, Rini Handayani, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam membuka ruang partisipasi bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi mereka.


"Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memastikan suara anak didengar. Anak bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi pemimpin yang sedang tumbuh hari ini. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh sehat, aman, bahagia, dan memperoleh seluruh haknya," ujar Rini.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumbar, Herlin Sridiani, menjelaskan bahwa peringatan HAN 2026 diramaikan dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti Panggung Ekspresi Forum Anak, Anugerah Forum Anak, Pemilihan Tokoh Anak Inspiratif, Lomba Video Vlog, Ranking 1, Forum Anak Masuk Surau, seminar bagi pelajar dan orang tua, hingga penyusunan Suara Anak Sumbar.


Pada puncak kegiatan, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan kepada mitra inspiratif perlindungan perempuan dan anak, para pemenang Festival Anak Sumbar 2026, Tokoh Anak Inspiratif, serta menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak sebagai bentuk penguatan hak sipil anak sejak usia dini.


Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi anak, sehingga lahir generasi Sumbar yang tangguh, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.


Acar ini dimeriahkan oleh bintang tamu Adit Drummer (Anak berkebutuhan kusus, down sindrom) berasal dari kota payakumbuh, untuk catering #dapua_palak_kambia dengan resep masakan spesialnya tendang palak kambia dan dendeng batokok palak kambia

Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Mahyeldi Serukan Gerakan Bersama Lindungi Anak, Suara Generasi Muda Jadi Arah Pembangunan Sumbar Menuju Indonesia Emas 2045
  • 0

Terkini