![]() |
| Sekda Sumbar saat memberikan sambutan |
PADANG, politicnewss.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai tancap gas menyiapkan pembangunan infrastruktur tahun 2027. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa tanpa sinergi lintas daerah, target besar tersebut sulit tercapai secara maksimal.
Pesan tegas itu disampaikannya dalam Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumbar di Bukittinggi, Selasa (21/04/2026), yang menjadi panggung penting menyatukan arah pembangunan.
“Forum ini bukan sekadar formalitas. Ini ruang strategis untuk menyamakan visi agar pembangunan infrastruktur 2027 benar-benar tepat sasaran,” tegas Arry.
Baca Juga : Pawai Budaya 74 Nagari, Wagub Vasko Sebut Jadi Kunci Bangun Kabupaten Solok
Baca Juga : WFH Perdana Pemko Padang Resmi Dimulai, ASN Tetap Wajib Ikuti Wirid Secara Daring
Dengan tanggung jawab pengelolaan sekitar 1.600 kilometer jalan provinsi, Pemprov Sumbar dihadapkan pada tantangan besar. Karena itu, Arry menekankan bahwa kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Sinergi adalah kunci agar pembangunan berjalan efektif dan berdampak nyata,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mendorong seluruh perangkat daerah agar tidak sekadar menyusun program, tetapi menghadirkan solusi konkret berbasis kebutuhan masyarakat. Setiap usulan harus jelas arah, manfaat, dan dampaknya.
“Pemerintah harus hadir memberi solusi. Program yang diusulkan harus benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” katanya.
Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap sektor pekerjaan umum, Arry juga mengingatkan pentingnya transparansi, kepatuhan aturan, serta komunikasi publik yang baik.
Pengalaman bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Sumbar turut menjadi sorotan. Ia menekankan bahwa pembangunan ke depan harus lebih terintegrasi, termasuk dalam aspek mitigasi dan penanganan pascabencana.
Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, mengungkapkan bahwa fokus pembangunan 2027 diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Program prioritas meliputi rehabilitasi sekolah keagamaan, pembangunan sanitasi dan sekolah rakyat, penguatan ketahanan air dan pangan, rekonstruksi pascabencana, peningkatan infrastruktur logistik, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kita ingin memastikan semua program selaras dan sesuai dengan kebutuhan tiap daerah,” jelasnya.
Forum tersebut juga dihadiri para Kepala Dinas PUPR kabupaten/kota serta berbagai instansi vertikal, mulai dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional hingga Balai Transportasi Darat.
Baca Juga : Wagub Vasko Ajak Daerah di Sumbar Tiru Pariaman, Buka Akses Pasar Pangan hingga Jakarta
Dengan kolaborasi yang semakin solid, Sumatera Barat optimistis pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya lebih terarah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
