Iklan

Kemendagri Puji Sumbar, Rehabilitasi Lahan Pascabencana Terkencang di Sumatera, Dua Daerah Disorot

Kamis, 30 April 2026, 8:23:00 PM WIB Last Updated 2026-04-30T13:23:27Z

 

Gubernur Mahyeldi saat rehabilitasi lahan pertanian pasca bencana

PADANG, politicnewss.id — Pemerintah pusat memberikan sorotan positif terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana. Kementerian Dalam Negeri menilai capaian Sumbar saat ini menjadi yang paling progresif dibanding provinsi lain di Sumatera.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, mengungkapkan dari total target rehabilitasi 3.902 hektare lahan rusak ringan dan sedang, sekitar 98 persen telah masuk tahap kontrak, dan 50,8 persen sudah tuntas dikerjakan.

“Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan dua provinsi terdampak lainnya di Sumatera,” tegasnya dalam rapat koordinasi Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga : Buka Pelatihan Konten Digital di Bukittinggi, Mahyeldi Ansharullah Tantang Pemuda Jadi Kreator Inovatif

Baca Juga : Jam Gadang dan Jejak PDRI Didorong Mendunia, Menpar Terkesan Pesona Bukittinggi

Namun di balik capaian itu, masih ada pekerjaan rumah. Dua daerah di Sumbar—Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Pariaman—tercatat belum menunjukkan progres signifikan. Pemerintah pusat pun mendesak percepatan.

Targetnya jelas: seluruh rehabilitasi harus rampung sebelum akhir Juli 2026, seiring ancaman musim kemarau yang diprediksi mulai Agustus.

Merespons tekanan tersebut, perwakilan dari dua daerah itu menyatakan siap mengejar ketertinggalan dan menargetkan penyelesaian lebih cepat, yakni akhir Mei 2026.

Sementara itu, dari sisi nasional, Sekjen Kementerian Pertanian, Ali Jamil, memaparkan total kerusakan sawah di tiga provinsi di Sumatera mencapai 94.000 hektare. Dari jumlah itu, 42.000 hektare masuk target rehabilitasi untuk kategori ringan dan sedang.

Hingga kini, sekitar 39.000 hektare telah berkontrak dan 12.000 hektare selesai direhabilitasi, namun baru 1.700 hektare yang kembali diolah. Angka ini menunjukkan masih adanya tantangan lanjutan pascarehabilitasi.

Di tengah capaian nasional yang masih rendah—Aceh 0,6 persen, Sumatera Utara 5 persen, dan rata-rata nasional 6 persen—Sumbar justru tampil sebagai yang terdepan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melalui Inspektur Daerah Andri Yulika, menegaskan komitmen daerah untuk menuntaskan seluruh target tepat waktu.

Koordinasi lintas daerah terus diperkuat, dengan melibatkan unsur pengawasan, serta dukungan TNI dan Polri untuk memastikan proses berjalan cepat, tepat, dan akuntabel.

“Masih ada dua daerah yang belum berprogres, dan ini akan kita kawal bersama. Hasil rapat ini segera kami laporkan kepada Bapak Gubernur untuk arahan lebih lanjut,” ujar Andri.

Baca Juga : Smart City Digenjot, Pemprov Sumbar Minta Daerah Segera Aktifkan Call 112

Baca Juga : Gubernur Mahyeldi Sambut Menag Nasaruddin Umar dengan Nuansa Adat Minangkabau di Bandara BIM

Dengan capaian yang sudah melampaui rata-rata nasional, Sumbar kini berada di garis depan pemulihan sektor pertanian pascabencana—sekaligus diuji untuk menuntaskan sisa pekerjaan dalam waktu singkat.

Komentar

Tampilkan

  • Kemendagri Puji Sumbar, Rehabilitasi Lahan Pascabencana Terkencang di Sumatera, Dua Daerah Disorot
  • 0

Terkini