![]() |
| Ketua Komisi IV Doni Harsiva Yandra |
PADANG, politicnewss.id — Alarm bahaya bagi generasi muda Sumatera Barat kian nyaring. Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menegaskan tiga persoalan krusial, narkoba, fenomena sosial termasuk LGBT, serta stunting, sudah berada pada level mengkhawatirkan dan tak bisa lagi ditangani secara biasa.
Pernyataan tegas itu disampaikan saat menerima audiensi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat ISIP dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas di ruang DPRD Sumbar, Kamis (30/4/2026).
Tiga Isu Besar Jadi Sorotan
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan kondisi lapangan yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Peredaran narkoba disebut kian masif menyasar kalangan muda. Di sisi lain, fenomena sosial dalam dinamika masyarakat, termasuk LGBT, serta tingginya angka stunting dinilai sebagai ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang.
Baca Juga : DPRD Sumbar Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Apresiasi Kinerja dan Dorong Perbaikan
Baca Juga : Bambu Disulap Jadi Suvenir Bernilai Jual, 16 Warga Lawang Ikuti Pelatihan Intensif
“Ini bukan lagi persoalan biasa. Ini ancaman nyata bagi masa depan daerah,” tegas perwakilan mahasiswa.
DPRD: Tidak Boleh Ada Pembiaran
Menanggapi hal itu, Doni menegaskan tidak ada ruang untuk sikap abai. Ia menyebut kondisi saat ini sudah memasuki fase darurat yang membutuhkan langkah cepat dan tegas.
“Masalah narkoba, penyimpangan sosial, dan kenakalan remaja ini sudah mengkhawatirkan. Tidak boleh ada pembiaran,” ujarnya.
Ia memastikan DPRD akan mendorong seluruh pihak terkait untuk bergerak cepat menghadirkan solusi konkret dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut.
Ancaman Langsung Masa Depan Daerah
Doni menilai narkoba sebagai ancaman paling nyata yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda. Sementara stunting berdampak pada kualitas kesehatan dan kecerdasan, yang berujung pada menurunnya daya saing daerah.
Adapun fenomena sosial dalam masyarakat, menurutnya, perlu disikapi melalui pendekatan edukatif dan preventif agar tidak berkembang tanpa arah.
“Generasi muda harus dilindungi dan dibekali pemahaman yang kuat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Dorong Langkah Nyata dan Terukur
Sebagai tindak lanjut, DPRD Sumbar mendorong penguatan edukasi di sekolah, kampanye masif pencegahan narkoba, serta percepatan penanganan stunting secara terintegrasi.
Baca Juga : FWP Sumbar Studi Tiru ke Tribun Pekanbaru, Bahas Strategi Media Digital di Era Disrupsi
Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, dinilai menjadi kunci agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Ini tidak bisa ditunda. Harus ada langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan agar generasi muda kita benar-benar terlindungi,” tutup Doni.
