![]() |
| Wabup Pasbar saat kunjungan kerja ke Madina |
MADINA, politicnewss.id - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Mandailing Natal mulai serius membahas rencana pembukaan jalan strategis baru yang akan menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara melalui kawasan perbatasan kedua daerah.
Rencana pembangunan jalan tersebut akan menghubungkan Sigantang, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat dengan Pastab Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal. Kehadiran akses baru ini dinilai bakal menjadi jalur penting yang mampu membuka keterisolasian wilayah perbatasan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pembahasan itu mencuat saat Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, bersama jajaran Pemkab Pasbar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (8/5). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat sinergi demi mendorong realisasi pembangunan jalan lintas provinsi tersebut.
Baca Juga : Perombakan Besar Pemko Padang! Sekda Baru Dilantik, Puluhan Pejabat Ikut Berganti
Baca Juga : Kajati Baru Tiba di Sumbar, Harapan Baru untuk Penguatan Penegakan Hukum
Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan menegaskan, pembangunan jalan baru ini bukan sekadar membuka akses transportasi, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan yang selama ini masih tertinggal dari sisi infrastruktur.
“Jalan ini diharapkan membuka jalur ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, serta mempermudah mobilitas warga antarwilayah,” ujarnya.
Menurutnya, potensi ekonomi kawasan perbatasan selama ini belum berkembang maksimal akibat keterbatasan akses jalan. Jika jalur tersebut terealisasi, maka konektivitas Pasbar–Madina diprediksi akan meningkat signifikan dan berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan masyarakat.
Tak hanya berhenti di tingkat daerah, Pemkab Pasbar dan Pemkab Madina juga sepakat membawa rencana besar itu ke pemerintah pusat agar mendapatkan dukungan dari kementerian terkait.
“Kami akan bersama-sama memperjuangkan rencana ini hingga ke pusat. Harapannya mendapat persetujuan kementerian sehingga pembangunan jalan ini benar-benar bisa direalisasikan,” kata Ihpan.
Sementara itu, Bupati Mandailing Natal H. Syaifullah menyambut positif rencana pembukaan akses baru tersebut. Ia menilai jalan penghubung antarprovinsi itu akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Sumbar–Sumut.
Meski demikian, ia mengakui proyek tersebut masih menghadapi tantangan karena jalur yang direncanakan akan melintasi kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Karena itu, diperlukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat terkait regulasi kawasan hutan dan aspek lingkungan hidup.
“Kita tentu harus memperhatikan seluruh regulasi, terutama terkait kawasan konservasi dan dampak lingkungan. Namun semangat untuk membuka akses bagi masyarakat tetap menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.
Rencana pembangunan jalan Pasbar–Madina ini pun mulai menjadi perhatian publik karena dinilai berpotensi mengubah wajah kawasan perbatasan barat Sumatera. Jika terealisasi, jalur tersebut diperkirakan tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang investasi, perdagangan, hingga pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di dua provinsi bertetangga itu.
