![]() |
| Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat membuka MTQ Koto Tangah |
PADANG, politicnewss.id — Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 Kecamatan Koto Tangah di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026), mendadak menjadi perhatian publik setelah diwarnai insiden tak terduga.
Peristiwa itu terjadi saat Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, tengah menyampaikan sambutan di hadapan peserta dan tamu undangan. Suasana yang semula khidmat tiba-tiba berubah ketika suara seorang perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” terdengar lantang dari pengeras suara.
Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, potongan lagu tersebut muncul secara tiba-tiba di tengah pidato. Maigus yang sedang berbicara sontak menghentikan ucapannya dan menoleh ke arah sumber suara di sisi panggung.
Kejadian itu memicu reaksi spontan dari para hadirin. Suasana yang sebelumnya tenang berubah menjadi riuh, diiringi tawa dan bisik-bisik. Sementara itu, panitia dengan sigap berupaya mengatasi gangguan teknis dengan mematikan sambungan audio dan mengganti mikrofon.
Meski sempat terganggu, Maigus Nasir tetap menunjukkan sikap tenang. Ia bahkan mencairkan suasana dengan sebuah seloroh yang disambut meriah oleh para tamu.
“Mohon maaf, ada errornya sedikit. Tidak apa-apa, itu tandanya MTQ Koto Tangah akan sukses,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan.
Setelah itu, ia melanjutkan sambutannya seperti biasa, sekaligus menegaskan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau.
Usai sambutan, acara pembukaan MTQ tetap dilanjutkan, termasuk prosesi pemukulan gandang tambua sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan.
Baca Juga : Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Mafia Gas Subsidi, Pelaku Ditangkap di Ulak Karang
Menanggapi insiden yang viral tersebut, Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, memberikan klarifikasi. Ia menyebut kejadian itu murni akibat kesalahan teknis.
“Kami tidak menyangka ini bisa terjadi, padahal persiapan termasuk geladi bersih sudah dilakukan secara matang. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami untuk kegiatan ke depan,” ujarnya.
Insiden ini pun menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan warganet, meski acara secara keseluruhan tetap berlangsung lancar hingga selesai.
